Page 48 - E-Modul Fisika Materi Fluida Statis Berbasis PBL
P. 48
E
E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA
B
BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN ERBASIS MODEL PEMBELAJARAN
P
PROBLEM BASED LEARNINGROBLEM BASED LEARNING
Excavator merupakan peralatan berat yang memanfaatkan hukum Pascal
dalam pengoperasiannya. Ada 3 silinder yang di dalamnya terdapat fluida yang
dapat diatur tekanannya melalui pompa di dekat mesin excavator. Tuas yang ada
pada tiap silinder membuat Boom, arm, dan bucket bergerak sesuai yang
diinginkan pengemudi (operator) Excavator.
2. Hukum Archimedes dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
a. Konsep Hukum Archimedes
Kamu mungkin pernah mengamati
bahwa benda yang dicelupkan ke dalam
air lebih ringan dibandingkan dengan
beratnya ketika di udara. Apabila benda
dicelupkan ke dalam zat cair,
sesungguhnya berat benda itu tidak
berkurang. Gaya gravitasi benda itu
besarnya tetap. Akan tetapi, zat cair
memberikan gaya yang arahnya ke atas.
Gaya berarah ke atas yang dikerjakan zat
cair pada benda menyebabkan berat
benda seakan-akan berkurang. Gaya ke
atas ini disebut dengan gaya apung, yaitu
suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh
zat cair pada benda. Munculnya gaya
apung merupakan konsekuensi dari
tekanan zat cair yang meningkat dengan Gambar 2.7 Archimedes (287-212 SM)
Sumber: Canva
bertambahnya kedalaman. Dengan
demikian, berlaku pernyataan berikut.
Gaya ke atas atau gaya apung = berat zat cair ya dipindahkan oleh benda.
Gaya apung tersebut tergantung pada massa jenis zat cair dan volume benda
yang tercelup, tetapi tidak dipengaruhi komposisi atau bentuk benda. Prinsip ini
pertama kali dikemukakan oleh Archimedes dan kemudian dikenal sebagai hukum
Archimedes. Bunyi hukum Archimedes yaitu “Suatu benda yang sebagian atau
seluruhnya dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat gaya ke atas yang besarnya
sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”.
F 40 40
FLUIDA STATISLUIDA STATIS
untuk SMA Kelas XI Fase Fntuk SMA Kelas XI Fase F
u