Page 56 - E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI FLUIDA STATIS KELAS XI FASE F
P. 56
E - M O D U L P E M B E L A J A R A N F I S I K A
E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA
B
R
E
E
L
BERBASIS MODEL
S
I
S
B
M
O
D
A
P R O B L E M B A S E D L E A R N I N G
PROBLEM BASED LEARNING
Gambar 2.15 Prinsip kerja kapal selam (Oktaviana, 2024)
Berdasarkan Gambar 2.15, dapat dilihat bahwa ketika kapal selam hendak
berada dipermukaan (mengapung), tangki akan diisi udara sehingga air di
dalam tangki keluar. Tangki yang berisi udara menyebabkan volume kapal
selam bertambah sehingga akan memperoleh gaya ke atas air yang lebih besar
dan mampu mendorong kapal selam naik ke permukaan.
Saat kapal selam hendak menyelam, maka udara di dalam tangki di
keluarkan sebagian agar berat kapal selam sama dengan gaya ke atas air laut.
Kedalaman kapal selam diatur dengan udara yang dimasukkan ke dalam
tangki. Makin sedikit udara dalam tangki maka makin dalam posisi kapal
selam tersebut.
Kapal selam dapat menyelam sampai di dasar laut. Hal itu dilakukan
dengan mengosongkan udara dalam tangki sehingga tangki penuh dengan air.
Hal tersebut menyebabkan berat kapal selam lebih besar dari gaya ke atas air
laut. Perlu kamu ketahui bahwa semakin dalam, tekanan air akan semakin
besar, sesuai dengan konsep tekanan hidrostatis. Oleh karena itu, dinding
badan kapal selam terbuat dari logam baja yang sangat kuat sehingga mampu
menahan tekanan dari air laut.
3) Balon Udara
Pernahkan kalian mendengar Cappadokia? Ketika mendengar Cappadokia
pasti akan terbayang dipikiran kita balon-balon udara yang terbang di atas
kota Cappadokia. Udara merupakan fluida, sedangkan balon sebagai benda
yang melayang di udara. Sesuai dengan hukum Archimedes, balon yang berisi
gas helium (He) memiliki massa jenis yang lebih dari massa jenis udara pada
umumnya, akibatnya balon akan melayang di udara.
FLUIDA STATIS
F L U I D A S T A T I S 47 47
untuk SMA Kelas XI Fase F
u n t u k S M A K e l a s X I F a s e F