Page 11 - BAB 4
P. 11
Dalam melakukan pergerakan dan memperjuangkan hidup kita, tentu saja tidak akan mulus-mulus
saja, life is never flat. Dalam hidup dan kehidupan ini Allah SWT akan memberikan kita tantangan
dan masalah sebesar kemampuan kita mengatasi tantangan tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam penggalan ayat 286,pada surah Al-Baqarah yang berbunyi:
ﱢ
ُ ﻒﻠ َ ﻜُﻳَﻻ ُﷲﺎ ً ﺴ ْ ﻔ َ ﻧ ﱠﻻإ ﺎَﻬَﻌ ْ ﺳُو
ِ
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Hidup ini memang banyak tantangan dan masalah, tetapi jangan takut. Karena tantangan tidak
akan datang, kecuali kita mamiliki kemampuan untuk mengatasinya. Tantangan sering kali
membuat banyak orang tidak mau bermimpi. Bermimpilah setinggi mungkin. Karena tidak ada
mimpi yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi mimpi yang kita miliki.
2. Tokoh Penemu Hukum Newton
Sumber: Wikipedia
Sir Isaac Newton FRS PRS (25 Desember 1642 – 20 Maret 1726/27) adalah seorang fisikawan,
matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, teolog dan penulis Inggris yang secara luas
diakui sebagai salah satu matematikawan, fisikawan terbesar, dan ilmuwan paling berpengaruh
sepanjang masa. Dia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat
berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik
Fisika adalah sains atau ilmu alam yang mempelajari materi beserta gerak dan perilakunya dalam
lingkup ruang dan waktu, bersamaan dengan konsep yang berkaitan seperti energi dan gaya.
Sebagai salah satu ilmu sains paling dasar, tujuan utama fisika adalah memahami bagaimana alam
semesta berkerja.
Hukum gerak Newton adalah hukum fisika yang menjelaskan perpindahan suatu objek sebagai
hasil hubungan antara nilai dan jarak dari gaya yang berlaku pada objek tersebut. Hukum gerak
Newton merupakan salah satu dari tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik.
Dalam kehidupan sehari-hari, tiap orang sebenarnya punya konsep dasar tentang gaya. Misalnya
pada waktu kita menarik atau mendorong suatu benda atau kita menendang bola, kita
mengatakan bahwa kita mengerjakan suatu gaya pada benda itu.
Gaya dapat mengubah arah gerak suatu benda, gaya dapat mengubah bentuk suatu benda serta
gaya juga dapat mengubah ukuran suatu benda dengan syarat gaya yang kita berikan cukup besar.
Gaya menyebabkan percepatan. Arah gaya searah dengan arah percepatan. Dari sini dapat
disimpulkan bahwa gaya adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Ini berarti, gaya dapat
digolongkan sebagai sebuah vektor.