Page 87 - Master BW_Pengantar Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang_ok (fix)
P. 87
pada perusahaan jasa produk yang dijual berupa jasa/layanan, sementara
pada perusahaan dagang produk yang dijual berupa barang. Secara
sederhana perusahaan dagang adalah perusahaan yang operasionalnya
membeli barang dari pemasok dan menjualnya kembali kepada
konsumen dengan mengambil keuntungan tertentu.
Menurut Rudianto (2012:113) menyebutkan bahwa karena tidak
memproduksi produk sendiri, maka perusahaan dagang harus melakukan
beberapa hal berikut yakni (1) membeli barang-barang yang akan dijual
yang selanjutnya berdampak pada penambahan barang di gudang; (2)
melakukan pembayaran atas transaksi pembelian yang kemudian
berdampak pada arus kas keluar; (3) melakukan penjualan yang
berdampak pada berkurangnya barang di gudang; dan (4) menerima
pembayaran yang berdampak pada arus kas masuk.
Aktivitas perusahaan dagang untuk menghasilkan pendapatan
melibatkan kegiatan menjual barang dagangan kepada pelanggan. Bila
barang dagang tersebut telah dijual akan dilaporkan sebagai penjualan,
dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan/
beban pokok penjualan (cost of goods sold atau cost of merchandhise
sold). Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan
laba kotor (gross profit). Disebut demikian karena belum dikurangi
dengan beban operasi. Barang dagangan yang belum terjual pada akhir
periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan (merchandhise
inventory), yang akan dilaporkan di neraca sebagai aset lancar.
Apakah perlakuan akuntansi berbeda dengan perusahaan jasa? Iya.
Perbedaan dari proses bisnis antara perusahaan jasa dan perusahaan jasa
juga berdampak pada perlakuan akuntansinya. Perhatikan ilustrasi
laporan laba/rugi pada tabel 9.1
76

