Page 72 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 72

zigot  tumbuhan  paku  yang  sekrang  masih  dapat  hidup  itu,  segera  pada  permulaan

               perkembagannya selain haustorium lalu memisahkan sel – sel calon akar, batang, dan daun.
                       Adanya  akar  merupakan  sifat  yang  karakteristiknya  bagi  pteridophyta  dan

               sprematophyta, oleh  sebab  itu dunia tumbuhan  sering  juga dibedakan dalam dua golongan
               yaitu:

                       -  Rhizophyta (tumbhan akar) yag terdiri atas Pteridophyta dan Spermatophyta dan
                       -  Arhizophyta (tumbuhan tak berakar) yang terdiri atas Scizophyta, Thallophyta dan

                          Bryophyta.

                       Menurut  poros  bujurnya,  pada  embrio  tumbuhan  paku  telah  dapat  dibedakan  dua
               kutub, atas dan bawah. Kutub atas akan berkembang membentuk tunas (Batang beserta daun

               –  daunnya).  Kutub  bawah  yang  letaknya  berlawanan  dengan  ujung  tunas  dapat  juga  kita

               namakan kutub kutub akar. Tetapi hanya pada spermatophyta saja yang akarnya merupakan
               perkembangan lanjutan kutub akarnya. Pada Pteridophyta kutub akar tidak terus berkembang

               membentuk akar. Akar tumbuhan paku  bersifat endogen dan dan tumbuh ke samping dari
               batang.  Jadi  embrio  pteridophyta  tidak  bipolar  seperti  pada  spermatophyte, tetapi  unipolar

               karena hanya satu kutub saja yang berkembang, akar yang keluar pertama itu tidak dominan,
               melainkan segera disusul oleh akar – akar lain yang semuanya muncul dari batang. Peristiwa

               pembentukan  akar  –  akar  yang  benar  –  benar  dari  kutub  akar  seperti  terdapat  pada

               spermatophyta itu dinamakan alorizi. Ketiga bagian utama tubuh Pteridophyta itu mempunyai
               titik tumbuh yang hanya terdiri atas satu sel inisial yang terletak di ujung.

                       Batang pteridophyta bercabang – cabang menggarpu (dikotom) atau jika membentuk
               cabang – cabang ke samping, cabang – cabang baru itu tidak pernah keluar dari ketiak dauan.

               Pada batang pteridophyta terdapat banyak daun, yang dapat tumbuh terus sampai lama. Akar
               mempunyai kaliptra. Epidermis bagian – bagian yang ada di atas tanah mempunyai lapisan

               kutikula dan  mulut  –  mulut kulit. Daun  –  daunnya,  lebih  –  lebih pada  yang tinggi tingkat

               perkembangannya, mempunyai sifat – sifat yang sesuai dengan daun – daun spermatophyta.
               Dalam akar, batang dan daun telah terdapat jaringan pengangkut yang tersusun atas bagian

               xylem  dan  floem,  yang  belum  terdapat  pada  tumbuhan  lain  yang  lebih  rendah  tingkat

               perkembangbiakannya,  sebagai  jalan  pengangkut  air  telah  terdapat  trakea  (kecuali  pada
               pteridium), berkas – berkas pengangkut itu umumnya tersusun konsentris amfikribal (xylem

               di  tengah  dikelilingi  floem),  dan  dalam  batang  sering  kali  terdapat  lebih  dari  satu  berkas
               pengangkut.  Sporofit  pada  tumbuhan  paku  telah  mempunyai  kormus  yang  sungguh,  oleh

               sebab  itu  bersama dengan spermatophyte, pteridophyta telah tergolong dalam  Cormophyta
               sejati.


                                                                                                       71
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77