Page 37 - MATERI ETIKA-INTERNET DI KELAS_Neat
P. 37
BUDAYA DIGITAL
Teknologi informasi menjadi pegaruh perubahan budaya. Budaya digital telah mengubah
budaya tradisional, mempromosikan bentuk-bentuk baru ekspresi kreatif, dan membawa
perspektif baru dalam komunikasi antarbudaya. Dunia digital menawarkan peluang dan
manfaat besar bagi publik, serta memberikan tantangan dalam beberapa ranah kehidupan.
Maka terus dibekali melalui program penguatan literasi digital.
Budaya digital (digital culture) mencakup bentuk aktivitas masyarakat di ruang digital dengan
tetap memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan (Ayu, Zulkarnaen, &
Fitriyanto, 2022). Kecakapan yang perlu dimiliki setiap individu dalam budaya digital yakni
menyadari ketika telah memasuki era digital berarti telah menjadi warga digital sehingga jika
dalam konteks keindonesiaan, tiap individu memiliki tanggung jawab (meliputi hak dan
kewajiban) untuk melakukan seluruh aktivitas bermedia digitalnya berlandaskan pada nilai-nilai
kebangsaan, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (Astuti, et al., 2021). Dalam hal ini
budaya digital merupakan cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi manusia dalam ruang
digital, mencakup bagaimana individu menggunakan teknologi, berkomunikasi, bekerja, belajar,
serta bersosialisasi dalam dunia digital berlandaskan pada kebudayaan.
BUDAYA DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER BERBANGSA MANUSIA MODERN
Perkembangan dunia digital sudah mencapai semua aspek, mulai dari bisnis, ekonomi, hiburan,
transportasi, hingga proses kegiatan belajar di sekolah. Digitalisasi memungkinkan berbagai
aktivitas dilakukan secara lebih praktis dan efisien tanpa bergantung sepenuhnya pada luar
ruangan. Hasil kegiatan yang dilakukan melalui ruang digital juga cenderung lebih akurat dan
cepat dalam proses pengerjaannya dibandingkan dengan pekerjaan manual yang memerlukan
banyak tenaga dan waktu. Misalnya, dalam dunia bisnis, otomatisasi sistem dapat mengurangi
kesalahan manusia dan meningkatkan produktivitas.
Dalam sektor pendidikan, teknologi memungkinkan pembelajaran daring yang lebih fleksibel,
memungkinkan siswa dan guru untuk berinteraksi tanpa harus berada di tempat yang sama.
Sementara itu, dalam sektor transportasi, digitalisasi telah memungkinkan layanan pemesanan
online, navigasi real-time, dan otomatisasi kendaraan. Dengan adanya teknologi digital, beban
kerja manusia dapat dikurangi, mengurangi kelelahan akibat pekerjaan fisik yang berlebihan.
Inilah yang sudah diterapkan di seluruh dunia, baik di negara maju yang memiliki infrastruktur
digital yang lebih kuat, maupun di negara berkembang yang terus beradaptasi dengan
kemajuan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup masyarakatnya.
Dampak negatif dari perkembangan dunia digital adalah penyalahgunaan teknologi untuk
kepentingan yang merugikan banyak pihak. Banyak pengguna yang memanfaatkan kemajuan
33