Page 38 - MATERI ETIKA-INTERNET DI KELAS_Neat
P. 38

teknologi untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, perampokan, penipuan, hingga
               aksi  yang  mendukung  terorisme.  Dalam  kasus  pencurian,  banyak  hacker  atau  peretas  yang

               menggunakan teknologi untuk membobol sistem keamanan perbankan, mencuri data pribadi,
               hingga mengambil uang dari rekening orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Serangan siber
               seperti phishing, malware, dan ransomware semakin marak digunakan untuk menipu korban
               dan  mengakses  informasi  sensitif.  Selain  itu,  dalam  kasus  penipuan,  banyak  modus  yang
               berkembang  melalui  internet,  seperti  investasi  bodong,  penipuan  berkedok  lowongan  kerja,
               serta  penipuan  melalui  media  sosial  dan  e-commerce,  yang  telah  memakan  banyak  korban.
               Kemudahan akses informasi di dunia digital juga sering dimanfaatkan oleh kelompok kriminal
               dan  teroris  untuk  menyebarkan  propaganda,  merekrut  anggota,  hingga  merencanakan  aksi
               mereka secara tersembunyi melalui jaringan internet. Oleh karena itu, kesadaran akan literasi
               digital dan keamanan siber sangat penting agar masyarakat dapat lebih waspada dan terhindar

               dari ancaman yang muncul akibat penyalahgunaan teknologi.

               Maka, sebagai warga digital, kita perlu memahami kompetensi budaya digital sebagai bagian
               dari pembentukan karakter masyarakat modern. Dalam konteks ini, pemahaman terhadap nilai-
               nilai  Pancasila  dan  Bhinneka  Tunggal  Ika  menjadi  sangat  penting  sebagai  landasan  dalam
               menjalankan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara. Nilai-
               nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial,
               harus  diterapkan  dalam  aktivitas  digital,  misalnya  dengan  berkomunikasi  secara  santun  di

               media sosial, menghormati perbedaan pendapat, serta menyebarkan informasi yang benar dan
               bermanfaat.  Sementara  itu,  Bhinneka  Tunggal  Ika  mengajarkan  pentingnya  menghargai
               keberagaman di ruang digital, termasuk dalam menjaga toleransi antar suku, agama, budaya,
               dan latar belakang sosial.

               Dengan  memahami  prinsip-prinsip  ini,  masyarakat  digital  dapat  berperan  aktif  dalam
               menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, inklusif, dan produktif. Selain itu, pemahaman
               budaya digital yang berbasis nilai kebangsaan juga membantu menangkal berbagai ancaman,
               seperti  penyebaran  hoaks,  ujaran  kebencian,  serta  provokasi  yang  dapat  memecah  belah

               persatuan  bangsa.  Oleh  karena  itu,  literasi  digital  yang  berlandaskan  nilai-nilai  kebangsaan
               perlu  terus  diperkuat  agar  masyarakat  Indonesia  dapat  menjadi  warga  digital  yang  cerdas,
               bertanggung jawab, dan beretika dalam setiap aktivitas di dunia digital.

               INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM ERA DIGITAL


               Setelah  mempelajari  digitalisasi  dan  perkembangan  teknologi  informasi  dan  komunikasi,  kita
               diharapkan  bisa  memperdalam  pemahaman  terhadap  gagasan  kebudayaan  Indonesia  yang
               ditampilkan  di  ruang  digital.  Hal  ini  mencakup  pelestarian  nilai-nilai  budaya,  adat  istiadat,
               kesenian,  bahasa  daerah,  hingga  tradisi  yang  menjadi  identitas  bangsa.  Dengan  adanya
                                                             34
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43