Page 46 - MATERI ETIKA-INTERNET DI KELAS_Neat
P. 46
MEMAHAMI PENIPUAN DIGITAL
Pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon pintar atau smartphone untuk
mengakses internet mencapai 95,4% (APJII & Indonesia Survey Center, 2020). APJII juga
mencatat aktivitas yang paling banyak dilakukan para pengguna internet di Indonesia adalah
berinteraksi dengan aplikasi pesan instan (29,3%) dan melalui media sosial (24,7%). Alasan
aktivitas lain menggunakan internet adalah untuk mengakses berita, layanan perbankan,
mengakses hiburan, belanja daring, jualan daring, layanan informasi barang/jasa, layanan
publik, layanan informasi pekerjaan, transportasi daring, game, ecommerce, layanan informasi
pendidikan, dan layanan informasi Kesehatan. Meningkatnya angka pengguna internet
berdampak pada meningkatnya pengguna media sosial dan transaksi daring. Salah satu aktivitas
penggunaan internet yang paling banyak kita lakukan adalah melakukan belanja daring.
Ragam alasan penggunaan internet tersebut, justru masyarakat akan dihadapkan pada berbagai
kemungkinan risiko kejahatan pada dunia digital. Seiring dengan semakin meningkatnya
ketergantungan masyarakat pada internet untuk berbagai aktivitas, seperti belanja online,
komunikasi, belajar, atau bahkan pekerjaan, potensi ancaman kejahatan digital juga semakin
besar. Risiko tersebut dapat berupa peretasan akun, pencurian identitas, penipuan online,
phishing, malware, dan ransomware. Kejahatan-kejahatan ini sering kali dilakukan dengan
memanfaatkan kelengahan atau ketidaktahuan pengguna terhadap ancaman digital. Misalnya,
saat seseorang tanpa sengaja mengklik tautan berbahaya atau membagikan informasi pribadi
secara sembarangan, data pribadi atau finansial mereka bisa dicuri atau disalahgunakan oleh
pihak yang tidak bertanggung jawab.
42