Page 51 - E-MODUL MONERA Kelas X MIA (M. Wahyu Puji Utama)
P. 51

Mereka  dapat  menguraikan  materi  organik  dari  tumbuhan  dan

              hewan yang telah mati sehingga siklus materi dapat terus berlangsung.


              Dengan  berlangsungnya  siklus  materi,  maka  materi  yang  dibutuhkan


              oleh makhluk hidup akan selalu tersedia. Bakteri merupakan organisme

              mikroskopis uniseluler (bersel tunggal) yang paling banyak dijumpai di


              dunia. Ilmuwan yang meneliti bakteri pertama kali adalah Antoni van


              Leeuwenhoek  pada  tahun  1674  menggunakan  mikroskop  ciptaannya

              sendiri. Istilah bakteri diperkenalkan oleh Ehrenberg pada tahun 1828


              yaitu dari bahaya Yunani bacterium yang berarti tongkat kecil.


                   Berdasarkan  fosil  yang  ditemukan,  diduga  bakteri  telah  ada

              sekurang-kurangnya 3,2 milyar tahun yang lalu. Ilmu yang mempelajari


              tentang  bakteri  disebut  bakteriologi  yang  merupakan  bagian  dari


              mikrobiologi. Bakteri dapat ditemukan hampir di semua tempat, baik di

              udara, air, tanah, laut,  es,  sumber air panas, hingga di dasar lautan,


              bahkan di  lingkungan yang tidak memungkinkan bagi organisme lain


              untuk hidup. Penyebaran yang luas ini disebabkan karena ukurannya

              kecil, bentuknya sederhana, kemampuan metabolismenya tinggi, dan


              dapat  menggunakan  hampir  semua  jenis  senyawa  organik  sebagai


              sumber makanannya.


                   Bakteri adalah makhluk hidup bertubuh kecil (microorganisme) yang


              hanya dapat dilihat dengan mengunakan alat bantu berupa mikroskop.


              Satu gram tanah biasanya dapat mengandung sekitar 40 juta sel bakteri.

              Sedang, satu mili liter air tawar menampung sekitar 1 juta sel bakteri.




                                                                                                         
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56