Page 17 - E-Modul Pemrograman Dasar Kelas X
P. 17

Fungsi







               Pernahkah kamu pergi ke sebuah kebun binatang dengan tujuan untuk melihat
        berbagai macam hewan. Namun, bagaimana jika di kebun binatang tersebut binatang-
        binatangnya  ditempatkan  secara  acak?  Dapatkah  kamu  mengklasifikasikan  hewan-
        hewan tersebut dimana terdapat banyak sekali hewan-hewannya?

            Secara umum kamu tentu masih bisa menikmati untuk melihat-lihat hewan di kebun
        binatang tersebut bukan? Namun alangkah lebih baiknya jika hewan-hewan tersebut
        dikategorikan menurut jenisnya agar mudah untuk kenali dan dipahami terutama bagi

        anak-anak  yang  datang  berkunjung  dapat  memahami  klasifikasi  hewan-hewan  yang
        ada.  Contoh  hewan  reptil  seperti  buaya,  kadal,  kura-kura  ditempatkan  dalam  satu
        lingkup  namun  berbeda-beda  kandang  sesuai  dengan  hewannya.  Nah,  begitu  pula
        dengan pembahasan pada bab ini yang akan membahas mengenai fungsi. Pembahasan
        fungsi  pada  bab  ini  mengarah  pada  pembuatan  suatu  ‘pemanggilan’.  Jika  ingin
        memanggil  suatu  fungsi  cukup  dengan  memanggil  namanya  yang  telah  dibuat

        sebelumnya  sehingga  mempermudah  ketika  melakukan  pengkodingan.  Sama  halnya
        dengan  perumpamaan  diatas,  ketika  ingin  memanggil  hewan  reptil  maka  terdapat
        hewan-hewan seperti buaya, kura-kura, dan ular didalamnya. Begipun dengan fungsi,
        dalam  pemrograman  fungsi  atau  prosedur  sering  digunakan  untuk  membungkus
        program menjadi bagian-bagian kecil. Pada fungsi terdapat class, object, dan method
        yang dijadikan perintah untuk memanggil.

        -------------------------------------------------------------------------------------------------------


            1. Konsep Fungsi Dalam Bahasa Pemrograman
               a.  Pengertian Fungsi

                       Pada  dasarnya  suatu  program  komputer  terdiri  dari  kode-kode  program
               tertentu dan data baik berupa variabel ataupun konstanta. Kode-kode program
               dapat berupa suatu prosedur atau fungsi. Sementara data-data dapat diakses atau

               dimanipulasi untuk keperluan tertentu dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu
               masalah.

                       Pada pemrograman tidak terstruktur, masalah yang akan dipecahkan dibagi
               menjadi  beberapa  bagian  (submasalah)  dan  dapat  diselesaikan  dengan  suatu
               metode atau prosedur. Prosedur ini dapat dipanggil setiap kali diperlukan pada


                                                              9
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22