Page 18 - E-Modul Pemrograman Dasar Kelas X
P. 18

saat program dijalankan. Pada pemograman terstruktur, program dibagi menjadi

               modul-modul  yang  dapat  berfungsi  menyelesaikan  masalah  sendiri  atau  dapat
               bekerja  sama  dengan  modul  yang  lain.  Modul-modul  ini  dibagi  lagi  menjadi
               beberapa  prosedur  atau  fungsi.  Pada  pemrograman  tidak  terstruktur  dan
               terstruktur  terdapat  variabel  global  yang  bisa  diakses  pada  seluruh  program
               utama, prosedur atau fungsi. Pada prosedur atau fungsi tersebut, terdapat variabel
               lokal yang hanya diakses oleh prosedur atau fungsi itu sendiri.

                       Selain itu, pada model pemrograman tidak terstruktur atau terstruktur, alur

               kerja  program  menggunakan  pendekatan  Top-Down  atau  berdasarkan  pada
               proses (Process-Oriented). Pendekatan Top-Down yaitu proses dari atas ke bawah
               berdasarkan  urutan  kode  program  yang  dibuat.  Walaupun  pada  model
               pemrograman  ini  dapat  menyelesaikan  masalah.  Namun  pada  kasus  tertentu,
               misalnya masalah yang besar atau kompleks atau jumlah data yang sangat besar,
               model  pemrograman  ini  akan  kesulitan  menyelesaikannya.  Selain  itu,

               kemungkinan  terjadinya  kesalahan  pada  prosedur  atau  fungsi  sulit  untuk
               ditelusuri. Hal tersebut karena banyaknya prosedur atau fungsi yang dibuat.

                       Pada  model  pemrograman  berorientasi  objek  (Object  Oriented
               Programming/OOP),  program  dibagi  menjadi  beberapa  bagian  atau  unit  yang
               lebih kecil yang disebut dengan objek. Objek ini merupakan gabungan dari data
               dan  prosedur  atau  fungsi.  Prosedur  atau  fungsi  ini  disebut  sebagai  method.
               Kumpulan objek yang sama akan membentuk struktur baru yang disebut dengan

               class. Jika pada pemrograman tak terstruktur atau model terstruktur, prosedur
               dan  fungsi  mempunyai  kegunaan  yang  berbeda  (misalkan  fungsi  akan
               memberikan nilai balik) dan ada saling ketergantungan, maka pada pemrograman
               berorientasi  objek,  prosedur  atau  fungsi  dianggap  sama,  yang  disebut  method.
               Method ini bisa memberikan nilai balik atau tidak dan bisa bekerja secara mandiri
               atau independen, tidak tergantung satu dengan yang lain. Oleh karena itu, model
               pemrograman OOP lebih banyak dipakai oleh  programmer karena objek (data

               dan  method)  bisa  dipakai  berulang  kali.  Selain  itu,  method  bisa  bersifat
               independent. Oleh karena itu, kesalahan yang terjadi mudah terlacak dan mudah
               dikembangkan dengan menyisipkan method yang tidak mempengaruhi method
               yang lain.

               b.  Manfaat Fungsi pada Model Pemrograman Berorientasi Objek

                       Berikut ini adalah manfaat fungsi pada model pemrograman berorientasi

               objek.

               1)  Memudahkan  proses  pembuatan  program  dan  ukuran  program  juga  dapat
                   diperkecil.



                                                             10
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23