Page 28 - E-book dasar-dasar komunikasi pekerjaan sosial
P. 28
muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan
kesimpulan atau pemecahan masalah.
Berdasarkan pengertian diskusi kelompok tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa diskusi kelompok, yaitu suatu cara atau teknik bimbingan yang melibatkan
sekelompok orang dalam interaksi tatap muka dan mengadakan komunikasi sosial.
Karena setiap anggota kelompok akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam
berkomunikasi untuk andil menyumbangkan pikiran serta berbagi pengalaman atau
informasi guna pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.
Diskusi kelompok, sebagai teknik untuk mengadakan komunikasi sosial, akan dapat
berjalan dengan baik bila ada sejumlah anggota diskusi dan pemimpinnya. Anggota
kelompok menunjuk salah seorang dari mereka menjadi moderator (pimpinan) yang
akan menentukan tujuan dan agenda diskusi yang harus ditaati. Oleh karena itu,
kegiatan diskusi kelompok akan berjalan dengan baik dan dapat memecahkan
masalah atau memberikan solusi.
b. Jenis-jenis Pengembangan Metode Diskusi kelompok
1) Kelompok Buzz
Metode kelompok Buzz ini adalah metode diskusi dimana peserta diskusi dibagi
dalam kelompok-kelopmpok kecil terdiri dari 2-3 orang yang membahas suatu
topik tertentu secara cepat untuk memberi masukan dalam diskusi pleno. Setiap
kelompok kecil itu menyampaikan hasil diskusinya kepada pleno. Misalnya dalam
membahas topik mengenai pendirian lumbung bersama, terkumpul suara-suara
yang berbeda dari masing-masing kelompok, baik yang mendukung maupun
yang meragukan keberadaannya. Pendapat kelompok-kelompok kecil tersebut
ditampung dalan diskusi pleno.
2) Diskusi Pleno
Diskusi pleno di antara semua peserta dapat digunakan untuk menjelaskan topik
atau konsep tertentu sehingga pemahaman peserta diskusi diharapkan akan
sama. Dalam diskusi pleno ini dibahas mengenai hasil-hasil diskusi kelompok
kecil.
Diskusi Pleno dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. Pertama, dibentuk
kelompok-kelompok diskusi kecil atau kelompok buzz yang membahas suatu
topik. Kedua, apabila permasalahan di kelompok kecil sudah dipecahkan,
diskusinya diperluas menjadi diskusi besar yang melibatkan semua peserta
diskusi kecil. Ketiga, salah satu kelompok kecil mempresentasikan hasil
diskusinya, kelompok lain mencermati dan memberikan masukan. Keempat, hasil
diskusi atau kerja kelompok kecil dapat disepakati oleh semua peserta diskusi
dan menjadi hasil diskusi bersama.
24