Page 35 - E-book dasar-dasar komunikasi pekerjaan sosial
P. 35
Dalam suatu kepanitiaan mempunyai perangkat-perangkat kerja, meliputi: pelindung,
penasihat, pembina, dan penanggung jawab.
1) Panitia pengarah (SC): panitia yang anggotanya terdiri atas orangorang
yang ahli atau mereka yang telah berpengalaman atau para pejabat yang
tugasnya memberi arahan kepada panitia pelaksana. Jumlah panitia pengarah
tidak ada ketentuan bakunya, namun yang biasa tertera dalan suatu kepanitiaan
berjumlah dua orang saja;
2) Panitia palaksana (OC): panitia yang bertugas melaksanakan kegiatan
(terjun langsung kelapangan kegiatan). OC terdiri atas: Ketua; Sekretaris;
Bendahara; Sie acara; Sie pubdekdok; Sie perlengkapan; Sie perijinan; Sie
konsumsi; Sie danus; dan Sie transportasi.
Fungsi-fungsi kegiatan kepanitiaan di antaranya: a) Ruang-ruang aktualisasi potensi
diri (pembelajaran), b) Sarana untuk Mengidentifikasi kemampuan individu dalam hal
menejerial terhadap suatu pekerjaan. Apakah anda / ia merupakan strong leader atau
tidak? c) Wahana untuk menguji sensitifitas kerja dalam kerja bersama. d) Melatih
professional kerja. e) Melatih diri untuk membiasakan bertoleransi dan memahami
orang lain. Apakah anda orang yang suka memaksakan kehendak anda, otoritas atau
yang bagaimana?
SC mempunyai tanggung jawab moral untuk ambil bagian dalam mengarahkan
tugas/wewenang yang prinsip (arahan garis besar dari penyelenggaraan acara
tersebut, tujuan) kepada ketua pelaksana, untuk kemudiaan ketua pelaksana
membrek down ke semua sie yang ada, melalui mekanisme yang jelas.
Dalam rekrutmen dan manajemen kepanitiaan, bila membentuk suatu kepanitiaan
atau mengajak orang lain untuk bergabung bersama melaksanakan agenda kerja
yang membutuhkan konsentrasi massa, maka yang perlu diperhatikan oleh SC adalah
(1) Menyiapkan konsep dasar (arahan, tujuan, target atau merupakan jenis kegiatan
yang seperti apa) tentang penyelenggaraan suatu acara. (2) Membentuk panitia
pelaksana. (3) Mengundang panitia pelaksana untuk rapat pembentukan panitia. Jika
sebelumnya telah di loby akan lebih baik lagi. (4) Melakukan transfer konsep kepada
panitia pelaksana. (5) Menawarkan pindah posisi bila dirasa kurang sesuai ditempat
awal ia ditempatkan oleh SC. (6) Menyerahkan tanggung jawab kegiatan kepada
ketua panitia untuk selanjutnya ketua panitia bisa mengomunikasikan ke semua sie
yang ada.
a. Ketua panitia, tidak boleh diragukan lagi bahwa seorang pemimpin atau
ketua yang sukses adalah sosok yang memiliki kemampuan menyikapi berbagai
potensi dan bakat bawahannya, serta mengarahkannya secara benar dan
selamat. Ia juga seorang yang pandai memenej, mengkonsolidasikan dan dapat
menjadi contoh bagi bawannya. Ketua bekerjasama dengan sekretaris untuk
menentukan wilayah garap dari tiap-tiap sie di kepanitiaan. Hal yang perlu
dilakukan setelah terbentuk kepanitiaan adalah melist apa saja pekerjaan yang
harus dikerjakan oleh setiap sie.
b. Sekretaris tugasnya: membuat dan menyelesaikan proposal,
suratmenyurat, dan undangan rapat.
c. Bendahara tugasnya: membuat estimasi dana riil, menentukan besarnya
iuran, dan meminta iuran baik peserta/ panitia.
31