Page 23 - Bahan Ajar Loyang Mendale_Neat
P. 23

BAHAN AJAR LOYANG MENDALE

                                                                     DAN LOYANG UJUNG KARANG





          LOYANG MENDALE PADA PERIODE NEOLITIK






                                                   Temuan beliung persegi dan calon beliung persegi di Loyang

                                            Mendale  menandakan  bahwa  situs  ini  tetap  menjadi  tempat  hunian
                                            pada periode Neolitikum. Beliung persegi yang ditemukan berbahan

                                            batuan basalt yang tidak ditemukan di sekitar Loyang Mendale, besar
                                            kemungkinan  beliung  persegi  ini  adalah  benda  yang  di  bawa  oleh
                                            manusia dari luar wilayah Loyang Mendale (manuport).  Calon beliung
                                            persegi  berbahan  batuan  gamping  (silicified  limestone).  Adanya
                                            temuan calon beliung persegi di Loyang Mendale, mengindikasikan
                                            bahwa  tempat  tersebut  juga  dijadikan  sebagai  tempat  perbengkelan

                                            pembuatan alat-alat litik [12].




          Beliung persegi dan calon beliung persegi
          Sumber: (Balai Arkeologi Medan, 2009)



                Pemanfaatan cangkang kerang sebagai alat juga


         terlihat dari temuan cangkang kerang yang telah dibentuk
         sedemikian rupa. Cangkang kerang tersebut berasal dari
         kelas Arcticidae  yang memiliki habitat hidup di pantai
         berlumpur dan rawa. Ditemukannya cangkang kerang di
         Loyang Mendale yang memiliki habitat di daerah pesisir,
         menandakan telah adanya hubungan antara daerah pesisir
         dan daerah pedalaman. Hubungan tersebut dapat berupa
         aktivitas  eksplorasi  dari  daerah  pesisir  ke  daerah
         pedalaman,  kemungkinan  lainnya  telah  adanya
         pertukaran  komoditi  antara  daerah  pesisir  dan  daerah
         pedalaman [12].



                                                                                 Alat cangkang kerang
                                                                          Sumber: (Balai Arkeologi Medan, 2009)





                                                                                                       22
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28