Page 60 - Pendidikan-Pancasila-BS-KLS-VI
P. 60

“Terima kasih, Pak,” Bonar pun maju ke depan, lalu menghadap teman-
                     temannya.

                         “Teman-teman, sebelum musyawarah, mari kita awali dengan berdoa
                     sesuai keyakinan masing-masing. Berdoa mulai,” Bonar memimpin.





























                         “Nah, mari kita mulai musyawarah kita. Silakan memberikan usulan
                     berkenaan dengan pembagian perlengkapan yang akan dibawa. Saya minta

                     salah satu dari kalian membantu menuliskan hasil musyawarah di papan tulis,”
                     ujar Bonar.

                         “Siap, saya bersedia,” ujar Memey sambil mengangkat tangan, lalu maju
                     siap mencatat di papan tulis.

                         Anak-anak yang lain saling bersahutan menyebutkan barang yang akan
                     mereka bawa, seperti sapu ijuk, kain lap, ember, spons pencuci jendela, lap, kain
                     pel, kemoceng, pengki, sapu lidi, dan peralatan lainnya sehingga menimbulkan

                     keriuhan. Memey pun tidak bisa menuliskan nama alat-alat dengan baik karena
                     teman-temannya bersuara keras dan sahut-menyahut.

                         Menyadari kelas makin riuh, Bonar berkata, “Tenang, teman-teman. Satu
                     per satu, ya. Kita sepakati dulu alat-alat yang akan kita bawa, lalu kita tentukan
                     pembagian yang membawanya.”


                         Akhirnya, mereka mengusulkan alat dan perlengkapan secara tertib.
                     Memey pun menuliskan nama alat-alat yang diusulkan teman-temannya di
                     papan tulis.

                         Sedi mengangkat tangan dan berkata, “Bonar, saya siap membawa
                     kemoceng.”



                     42    Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65