Page 61 - Pendidikan-Pancasila-BS-KLS-VI
P. 61
Mendengar pendapat Sedi, Indi pun berkata, “Sedi, rumahmu kan dekat,
hanya di samping sekolah. Harusnya kamu tidak membawa kemoceng, tapi
bawa perlengkapan yang lebih besar atau berat, alat yang mungkin sulit
dibawa oleh teman yang rumahnya jauh.”
Mendengar usulan Indi, Sedi menanggapi, “Saya tidak setuju. Jauh atau dekatnya
rumah jangan dijadikan alasan untuk tidak membawa perlengkapan kebersihan.
Jadi, tugas pembagian perlengkapan kebersihan harus dilakukan dengan adil.”
Bonar lalu meminta pendapat teman-temannya, “Bagaimana pendapat
teman-teman atas usulan Sedi dan Indi?”
Indi mengangkat tangan, “Baiklah, saya setuju dengan usul Sedi, tapi yang
penting nanti kita harus saling membantu. Jika memang ada teman yang tidak
memiliki alat yang ditugaskan, boleh saling tukar atau pinjam.”
Semua siswa pun setuju dan musyawarah berlanjut dengan tertib.
Pada hari yang disepakati semua anak telah membawa alat kebersihan dan
siap bekerja bakti. Namun, ternyata Memey lupa tidak membawa karena dia
baru tiba dari luar kota tadi malam.
Memey pun berkata, “Maaf, teman-teman, saya baru sampai rumah tadi
malam dari luar kota. Jadi, saya lupa menyiapkan dan membawa pengki.”
“Tenang, Mey. Ayo, ambil ke rumah saya saja, saya pinjami pengki,” ajak Sedi.
Akhirnya, semua siswa kelas VI ikut berpartisipasi menyiapkan lomba
kebersihan dengan baik.
Bab 2 Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama 43