Page 45 - E-Modul Kesiapsiagaan Fajar W
P. 45
Mitigasi (mitigation); Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik
melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana (UU 24/2007). Bentuk mitigasi terbagi menjadi
dua, yaitu mitigasi struktural (membuat chekdam, bendungan, tanggul sungai,
rumah tahan gempa, dll.) dan mitigasi non-struktural (peraturan perundang-
undangan, pelatihan, dll.)
Kesiapsiagaan (preparedness); yaitu persiapan rencana untuk bertindak ketika
terjadi (atau kemungkinan akan terjadi) bencana. Perencanaan terdiri dari
perkiraan terhadap kebutuhan-kebutuhan dalam keadaan darurat danidentifikasi
atas sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perencanaan ini
dapat mengurangi dampak buruk dari suatu ancaman. Misalnya: Penyiapan sarana
komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, Rencana Kontinjensi, dan
sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana.
Khusus untuk menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan tindakan pra-
bencana terbagi menjadi beberapa sub kegiatan (Irwandi et al., 2016):
a. Pengadaan alat-alat pemadam dan penunjang kegiatan pemadam kebakaran (alat
komunikasi, alat angkutan dan alat untuk mengetahui adanya kebakaran hutan)
yang dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
Peralatan perorangan (peralatan tangan/manual)
Peralatan regu/kelompok
b. Persiapan (pengecekan kelengkapan) alat-alat pemadam kebakaran hutan.
c. Pembentukan kelompok-kelompok kecil pemadam kebakaran yang anggotanya
diambil dari Petugas dan Satgasdamkar.
masukkan video
45