Page 48 - E-Modul Kesiapsiagaan Fajar W
P. 48

4. Tindakan Pasca Bencana Kebakaran Hutan


                        Dalam tahap ini mencangkup pemulihan, rehabilitasi dan rekontruksi

                           Pemulihan  (recovery)  adalah  Rangkaian  kegiatan  untuk  mengembalikan  kondisi
                            masyarakat  dan  lingkungan  hidup  yang  terkena  bencana  dengan  memfungsikan

                            kembali kelembagaan, prasarana dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.

                           Rehabilitasi (Rehabilitation) dikenal sebagai perbaikan dan pemulihan semua aspek

                            pelayanan publik atau masyarakat yang bersifat sementara atau berjangka pendek

                            pada wilayah pasca bencana.
                           Rekonstruksi  (reconstruction),  Perbaikan  yang  sifatnya  permanen  dengan

                            perumusan  kebijakan  dan  usaha  serta  langkah-langkah  nyata  yang  terencana

                            dengan  baik,  konsisten  dan  berkelanjutan  untuk  membangun  kembali  secara
                            permanen  semua  prasarana,  sarana  dan  sistem  kelembagaan  baik  tingkat

                            pemerintahan maupun masyarakat yang terdampak pasca bencana.

                        Kegiatan Pasca Kebakaran yang harus dilakukan juga mencangkup:

                         a.  Pengukuran langsung areal yang terbakar.

                         b. Overlay hasil pengukuran pada sebuah peta.
                         c.  Perhitungan      kerugian/taksasi  dampak  ekonomi  dan  ekologi  kejadian  kebakaran

                            hutan.

                         c.  Pelaporan kejadian kebakaran hutan pada Dinas Kehutanan
                         d. Pengecekan ulang areal yang terbakar.

                         e.  Perumusan kegiatan rehabilitasi areal yang terbakar.

                         f.  Koordinasi  ulang  mengenai  sistem  pengawasan  areal  yang  terbakar,  guna

                            mengurangi persentase terjadinya kebaran hutan di areal yang sama atau di dekat

                            areal tersebut.
                        Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi lapang, pihak Dinas Kehutanan sebaiknya

                        lebih  menekankan  pada  wujud  nyata  dari  hasil  pengukuran  dan  pelaporan  kejadian

                        kebakaran, yaitu kegiatan penanaman kembali/rehabilitasi pada areal bekas terbakar,
                        sehingga  kejadian  kebakaran  di  areal  yang  sama  dapat  dengan  segera  diantisipasi,

                        bahkan dapat dihindari dan tidak terjadi kembali.



                                                                                                                    48
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53