Page 40 - Modul Pembelajaran Suhu dan Kalor
P. 40
Rangkuman
1. Kalor merupakan energi yang mengalir dari benda bersuhu lebih tinggi (panas)
ke benda yang bersuhu lebih rendah (dingin) jika keduanya dipertemukan atau
bersentuhan.
2. Perpindahan kalor merupakan perpindahan energi kalor yang berpindah dari
satu tempat akibat adanya perbedaan suhu.
3. Besarnya kalor yang berpindah dapat dihitung menggunakan rumus Q = c x m
x ∆t.
4. Kalor yang berpindah pada suatu benda dapat menyebabkan perubahan
suhu. Besarnya perubahan suhu (ΔT) tergantung pada massa benda (m),
kapasitas kalor jenis (c), dan jumlah kalor (Q) yang dipindahkan.
5. Perpindahan kalor dibedakan menjadi 3 jenis yaitu konduksi, konveksi, dan
radiasi.
6. 3 jenis perpindahan kalor ini dibedakan berdasarkan cara kalor dapat
berpindah dan medium yang digunakan. Perpindahan kalor secara konduksi
dan konveksi memerlukan adanya medium, sedangkan perpindahan kalor
secara radiasi tidak memerlukan adanya medium.
7. Perpindahan kalor dapat diperlambat sehingga akan minim kalor yang
berpindah ke tempat lainnya. Pada konduksi dapat menggunakan bahan
isolator seperti kain, wol, busa, dan lainnya karena memiliki konduktivitas yang
rendah.
8. Perpindahan kalor secara konveksi dapat dipercepat dengan cara
meningkatkan perbedaan suhu. Sedangkan cara memperlambat perpindahan
kalor dengan cara mengurangi perbedaan suhu atau menggunakan
penghalang untuk mengurangi pergerakan fluida
9. Kalor dapat mempengaruhi pemuaian pertikel air, saat air dalam fase cair
menyerap kalor, energi kinetik molekul air meningkat. Molekul-molekul ini mulai
bergerak lebih cepat dan cenderung menjauh satu sama lain.
10. Perubahan suatu wujud zat terdapat proses perpindahan kalor
11. Kain atau kapas merupakan benda isolator yang dapat digunakan untuk
menahan perpindahan kalor secara konduksi
12. Perbedaan suhu yang signifikan pada zat cair disebabkan oleh kalor yang
berpindah dan dapat menimbulkan arus konveksi
35
Suhu dan Kalor Kelas VII SMP/MTs