Page 25 - Modul Discovery Learning Terintegrasi Etnosains Hidrolisis Garam
P. 25
Pada masyarakat Desa Jurangrejo, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang
percaya terhadap legenda Dewi Sri. Beliau dianggap sebagai Dewi penjaga padi.
Oleh karena itu, para petani di Desa Jurangrejo, Kecamatan Sluke, Kabupaten
Rembang mengadakan upacara pertanian sebagai wujud penghormatan terhadap
Dewi Sri yang disebut "Ngliweti Pari”. Tradisi ngliweti pari mengandung makna
menjaga keselarasan alam dengan roh-roh di sekelilingnya. Keselarasan alam
dilaksanakan dengan cara menjaga kesuburan tanah. Untuk menjaga kesuburan
tanah petani memberikan pupuk untuk tanaman mereka. Terdapat beberapa pupuk
yang digunakan yaitu pupuk ZA (NH ) SO , pupuk sodium nitrat (NaNO ),
4 2
3
4
pupuk ammonium klorida (NH Cl), dan pupuk KCl.
4
−
Pupuk KCl merupakan garam yang anionnya (Cl ) berasal
+
dari asam kuat (HCl) dan kationnya (K ) berasal dari basa
kuat (NaOH), keduanya tidak bereaksi dengan air
sehingga larutan bersifat netral dengan pH = 7.
Gambar 7 Pupuk KCl
Larutan ini bersifat netral karena pada umumnya tidak mengubah
perbandingan konsentrasi H dan OH dalam air. Oleh karena itu, larutannya
+
−
bersifat netral (pH = 7). Hal tersebut membuat pupuk KCl cocok untuk
digunakan pada tanah jenis basa maupun asam.
Reaksi hidrolisis pupuk KCl :
+ −
KCl Iaq) → K (aq) + Cl (aq)
Kation Anion
K + (aq) + H O ↛
2 (l)
Cl − (aq) + H O ↛
2 (l)
2. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
Garam yang anionnya berasal dari asam kuat dan kationnya dari basa lemah
jika dilarutkan dalam air maka kation dari basa lemah yang akan bereaksi
+
dengan air dan menghasilkan ion H yang menyebabkan larutan bersifat
asam.
25