Page 28 - Modul Discovery Learning Terintegrasi Etnosains Hidrolisis Garam
P. 28
PROSES PEMBUATAN BATIK
Proses pembuatan batik dimulai dengan menciptakan motif, menggambar
desain, melelehkan malam, membatik, hingga proses pewarnaan dan
pencuciannya. Dalam proses pewarnaan dan pembuatan batik menggunakan
bahan-bahan kimia yang bisa dijadikan sumber belajar dalam materi hidrolisis
garam berbasis kearifan lokal. Selain siswa dapat mempelajari proses pembuatan
batik Semarang, siswa juga belajar untuk melestarikan bahkan mengembangkan
kearifan lokal yang ada di Rembang.
Batik
Lasem sudah banyak di produksi oleh industri-industri rumah
tangga. Dalam proses pembuatannya kita membutuhkan peralatan dan
bahan-bahan sebagai berikut.
1. Kain Mori / Kain Sutera
Kain mori merupakan bahan utama dalam
pembuatan batik. Alasan penggunaan kain mori
dikarenakan kain mori lebih mudah menyerap
warna, bewarna putih sehingga mempermudah
dalam proses pewarnaan, hasil pewarnaan lebih
bagus dan lebih tahan lama. Selain kain mori, dapat Gambar 12. kain mori
Sumber:Indonesiasurgabat
juga digunakan kain sutera. ik.blogspot.com/
2. Canting
Canting merupakan alat yang digunakan untuk
melukis batik (mengaplikasikan malam pada kain).
Canting terbuat dari tembaga dan kayu/bambu pada
bagian gagangnya. Canting berfungsi untuk isen,
Gambar 13. Canting
Sumber: jnjbatik pembentuk pola dan sebagainya.
3. Malam
Malam merupakan bahan yang digunakan dalam batik
tulis maupun cap. Malam mempunyai beberapa fungsi,
sesuai dengan jenis-jenisnya. Malam tembok digunakan
untuk mengisi (memblok) suatu pola. Malam klowong
digunakan untuk mempertegas pola (nglowongi),
sedangkan malam bironi digunakan untuk menutupi
Gambar 14. malam
bagian warna biru atau isen-isen. Sumber: alatbatik.net
28