Page 32 - Modul Discovery Learning Terintegrasi Etnosains Hidrolisis Garam
P. 32
Pada umumnya untuk proses fiksasi terdapat beberapa senyawa yang
diguanakan. Misalnya dengan menggunakan FeSO dan tawas Al (SO )
4
4
2
nyebabkan ketahanan luntur semakin meningkat ini disebabkan
sehingga me
oleh terjadinya pemasukan dan penguncian zat warna pada serat kain.
Ketahanan warna suatu zat warna ditentukan oleh berat molekul, gugus
pelarut yang sama jumlahnya maka ketahanan cucinya lebih baik.
FeSO merupakan garam yang anionnya (SO 4 2− )
4
berasal dari asam kuat (H SO ) dan kationnya
2
4
2+
(Fe ) berasal dari basa lemah (Fe(OH )). Apabila
2
dilarutkan dalam air maka kation Fe ) dari basa
2+
lemah (Fe(OH )) yang akan bereaksi dengan air dan
2
menghasilkan ion H yang menyebabkan larutan
+
bersifat asam. Gambar 27.
4
Reaksi hidrolisis FeSO :
4
2+ 2−
FeSO 4 (aq) → Fe (aq) + SO 4 (aq)
Kation Anion
Jika bereaksi dengan air :
Fe 2+ (aq) + 3H O ⇌ Fe(OH) 2 (aq) + 3H + (aq)
2 (l)
SO 4 2− + H O ↛ (tidak terjadi reaksi)
2 (l)
(aq)
Gambar 28. (SO )
4 3
2
(SO ) merupakan garam yang anionnya (3SO 4 2− ) berasal dari asam
4 3
2
3+
kuat (H SO ) dan kationnya (Al ) berasal dari basa kuat (Al(OH )). Apabila
2
3
4
3+
dilarutkan dalam air maka kation Al ) dari basa lemah (Al(OH )) yang akan
3
+
bereaksi dengan air dan menghasilkan ion H yang menyebabkan larutan
bersifat asam.
(aq)
(SO ) → 2Al 3+ (aq) + 3SO 2−
2 4 3 (aq) 4
Kation Anion
Jika bereaksi dengan air :
2Al 3+ (aq) + 3H O ⇌ 2Al(OH) 3 (aq) + 3H + (aq)
2 (l)
3SO 4 2− (aq) + H O ↛ (tidak terjadi reaksi)
2 (l)
32