Page 13 - MONITORING ISU 17-23 JANUARI 2022
P. 13

Isu 3
















          KCJB Kesandung



          Masalah Geologis














             Identifikasi Isu










             Ditargetkan rampung akhir tahun 2022, kondisi tanah di Desa Bunder,


             Mekargalih, Kab. Purwakarta, Jawa Barat di mana pengerjaan

             terowongan nomor 2 atau tunnel 2 Kereta Cepat Jakarta Bandung


             (KCJB) diketahui mudah lapuk dan rawan bencana. Masalah serupa


             diungkapkan oleh Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)

             setelah meninjau lokasi. Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China


             (KCIC) pun mengubah metode penggalian untuk mengatasi masalah ini


             sejalan dgn dilakukannya pendalaman thd penyebab masalah ini.

             Persoalan ini menyebabkan keterlambatan pengoperasian ke bulan Juni


             2023 dan dikhawatirkan semakin menambah pembengkakan biaya yg


             sedang dihitung oleh BPKP.





             Selain persoalan tanah lapuk, beberapa insiden konstruksi yang pernah

             terjadi sepanjang pengembangan prasarana KCJB dan mengakibatkan


             keterlambatan pengerjaan adalah:


      1. Beradunya pipa Pertamina dengan konstruksi jalur KCJB di Cimahi

             (terbakar pada Oktober 2019)


      2. Buruknya penataan bahan baku konstruksi dan peralatan picu banjir di

             sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek  dan km 130 Jalan Tol


             Padalarang-Cileunyi (Agustus 2020)


      3. Bergesernya titik ikat (benchmark) posisi enam tiang beton (pier)

             penyangga jalur kereta di Karawang sejauh 8 cm dari maksimal 2 cm.


             Kelalaian kontraktor PT Wijaya Karya ini menyebabkan hancurnya


             ekskavator akibat tertimpa reruntuhan salah satu pier (Desember 2021).





             Menurut Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi


             Indonesia Aditya Dwi Laksana, risiko karakter tanah dan anomali

             geologis ini seharusnya sudah diperkirakan saat penyusunan detail


             engineering design (DED) atau analisis prakonstruksi proyek ini yg

             bahkan dilakukan sebelum uji kelayakan (feasibility study).
























































                  *) Kronologis lengkap ada di bagian lampiran
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18