Page 31 - Modul Integrasi PRB_Gempa Bumi
P. 31

E. Interferensi Gelombang
                  Interferensi  adalah  peristiwa  perpaduan  dua  atau  lebih  gelombang  disuatu  titik  pada

               medium.  Interferensi  dapat  terjadi  jika  dua  buah  gelombang  yang  berinterferensi adalah

               koheren,  artinya  memiliki  frekuensi  dan  beda  fase  yang  sama.  Dengan menggunakan
               prinsip superposisi gelombang, maka interferensi dapat dijelaskan.

                  1.  Interferensi  kontrukrif,  yaitu  interferensi  yang  saling  menguatkan,  terjadi  jika
                      gelombang yang berinterferensi memiliki fase yang sama.













                                     Gambar 2.2 Amplitudo interferensi gelombang jenis kontriktif


                  Seperti  gambar  diatas,  berupa  gelombang  transversal  yang  menunjukkan  adanya  dua
               gelombang yang memiliki fase yang sama akan memperbesar nilai amplitudo sehinga energi

               yang dihasilkan dari gelombang tersebut semakin besar.
                  2.  Interferensi  destruktif,  yaitu  interferensi  yang  saling  meniadakan,  terjadi  jika

                      gelombang yang berinterferensi memiliki fase yang berlawanan.













                                     Gambar 2.3 Amplitudo interferensi gelombang jenis destruktif


                      Seperti gambar diatas, berupa gelombang transversal yang menunjukkan adanya dua
               gelombang  yang  memiliki  fase  yang  berlawanan  akan  saling  meniadakan  sehingga

               amplitudonya sama dengan nol.
               Interferensi  yang  terjadi  terus  menerus  antara  gelombang  datan  dan  gelombang  pantul

               menghasilkan gelombang berdiri (gelombang stasioner).








                                                                                                        Hal 31
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36