Page 13 - MAKALAH PLH KELOMPOK AAT (1)
P. 13

BAB III


                                                                PENUTUP


                        3.1 Kesimpulan


                             Inferensi  adalah  proses  pengambilan  kesimpulan.  Dalam  logika  terdapat  dua
                        macam  cara  pengambilan  kesimpan  (inferensi),  yaitu:  (1)  langsung  dan  (2)  tidak

                        langsung.  Pengambilan  kesimpulan  yang  dilakukan  secara  "langsung"  tidak

                        menghasilkan kebenaran  yang  baru di  luar kebenaran  yang sudah  ada pada premis
                        (proposisi asal). Sedangkan pengambilan kesimpulan secara "tidak langsung" selalu

                        menghasilkan kebenaran baru yang berbeda dari kebenaran yang ada dalam premis-
                        premisnya  penalaran.  Dengan  penalaran  seseorang  akan  mampu  mendapatkan

                        pengetahuan, terutama mendapatkan ilmu pengetahuan.
                             Argumen adalah suatu usaha untuk mencari kebenaran dari pernyataan berupa

                        kesimpulan, dengan berdasarkan kebenaran dari sekumpulan pernyataan yang disebut

                        premis. Secara umum argumen merupakan sekumpulan pernyataan yang terdiri atas
                        premis-premis dan satu kesimpulan sedangkan,Validitas yang logis adalah hubungan

                        antara premis-premis dengan kesimpulan yang memastikan bahwa jika premis-premis
                        benar,  maka  harus  diikuti  dengan  kesimpulan  yang  benar,  yang  diperoleh  dengan

                        menggunakan  aturan-aturan  logika.  Kesimpulan  juga  harus  berasal  dari  premis
                        premisnya. Dua contoh di atas merupakan contoh argumen yang valid.

                             Ada  tiga  jenis  inferensi,  yaitu:  induksi,  dan  abdu  deduksi,  Dari  tiga  jenis

                        inferensi tersebut hanya inferensi deduksi yang kesimpulannya niscaya benar apabila
                        ditarik dari premis-premisnya yang benar pula. Sementara itu, inferensi induksi dan

                        abduksi tidak pernah bersifat niscaya, namun hanya akan sampai kepada kesimpulan

                        yang  bersifat  probable,  tentang  berpikir  deduktif  yang  termanifestasi  dalam  bentuk
                        silogisme kategoris dan silogisme hipotetis (kondisional, disjungtif, dan konjungtif)

                        dapat disimpulkan bahwa berpikir deduktif adalah cara berpikir logis yang mengikuti
   8   9   10   11   12   13   14   15