Page 31 - LKPD EDIT 6 (8)_Neat
P. 31
[LKPD ELEKTRONIK INTERAKTIF] SISTEM SIRKULASI
B. Penggolongan Darah Sistem Rhesus
Penggolongan darah sistem Rhesus (Rh), ditemukan oleh Karl Landsteiner dan
Wiener pada 1940 setelah penelitian dengan darah kera. Pengolongan darah sistem
Rhesus ada atau tidak adanya aglutinogen (antigen) RhD pada permukaan sel darah
merah, antigen RhD berperan dalam reaksi imunitas tubuh. Individual yang memiliki
antigen disebut Rh (positif) sedangkan individual yang memiliki antigen disebut Rh
(negatif) (Safitri, 2014).
Sistem ini berdasarkan kehadiran atau ketiadaan aglutinogen RhD pada sel
darah merah. Antigen RhD berperan dalam reaksi imunitas tubuh. Individu dengan
antigen RhD disebut Rh+ (positif), sementara yang tidak disebut Rh- (negatif).
Individu Rh- tidak memiliki aglutinin anti-RhD dalam plasma darah, tetapi dapat
memproduksinya saat bertemu dengan darah Rh+ yang mengandung antigen RhD
(Irnaningtyas & Sagita, 2023).
C. Tranfusi Darah
Dalam transfusi darah, perlu diperhatikan jenis aglutinogen dari daralı donor
dalam eritrositnya, sedangkan pada resipier perlu diperhatikan macam aglutinin di
dalam plasma darahnya. Hukum Landsteiner menyatakan bahwa bila aglutinogen
bertemu dengan zat antinya (aglutinin, maka akan terjadi aglutinasi atau
penggumpalan darah. Jadi prinsip dari transfusi darah ini adalah aglutinogen tidak
boleh bertemu dengan aglutinin, karena akam menyebabkan adanya
aglutinasi/penggumpalan. Lihatlah (tabel 3) untuk mengetahui ada atau tidak adanya
aglutinin dan aglutinogen pada darah manusia.
Gambar 5. Tabel Tranfusi Darah
(Sumber : https://images.app.goo.gl/uUenBCe4cgrcAVP18)