Page 45 - LKPD EDIT 6 (8)_Neat
P. 45
[LKPD ELEKTRONIK INTERAKTIF] SISTEM SIRKULASI
B. Sistem Limfa
1. Fungsi Sistem Limfa
Sistem limfa merupakan jalur tambahan pada sisitem sirkulasi, fungsi sistem
limfa yaitu : mengembalikan kelebihan cairan jaringan, mengendalikan kualitas aliran
cairan jaringan dengan cara menyaring melalui nodus-nodus limfa sebelum
dikembalikan ke sistem sirkulasi, mengeluarkan zat toksin dan debris sel (sel yang
rusak) dari jaringan setelah terjadi infeksi atau kerusakan jaringan, mengankut lemak
yang skl ududah berbentuk emulsi dari usus ke sistem peredaran darah,
mengembalikan protein plasma ke dalam sistem sirkulasi agar protein plasma tidak
terakumulasi, mengankut limfosit dari kenjar limfa ke sirkulasi darah, menyaring dan
menghancurkan mikroorganisme, dan menghasilkan zat antibodi untuk melindungi
tubuh terhadap infeksi (Irnaningtyas & Sagita, 2023).
2. Organ Sistem Limfa
Sistem limfa terdiri atas organ yang memproduksi dan menyimpan limfosit,
pembuluh limfa, serta cairan limfa. Organ limfa terdiri dari : Nodus limfa, Kelenjar
amandel dan Limpa. Lihatlah (Gambar 9. a) pada kotak berwarna hitam.
a. Nodus Limfa, struktur yang berbentuk oval, berukuran 1-20 mm tersusun dari
sejumlah pembuluh limfa, berfungsi menyaring dan menghancurkan partikel asing
agar tidak menyebar ke jaringan tubuh.
b. Kelenjar Amandel, terletak di bagian kanan dan kiri faring di belakang rongga
mulut, berfungsi menahan mikroorganisme yang masuk melalui mulut, hidung dan
kerongkongan.
c. limpa, kelenjar yang berwarna ungu tua, terletak di sebelah kiri abdomen dan
permukaan luarnya menyentuh diagfragma, berfungsi menghasilkan limfosit dan
zat antibodi, menghancurkan sel darah putih dan trombosit, dan menghasilkan sel
darah merah pada janin.
(Irnaningtyas & Sagita, 2023).
3. Cairan Sistem Limfa
Cairan limfa berasal dari cairan jaringan melalul difusi atau filtrasi ke dalam
kapiler-kapiler limfa hingga masuk ke sirkulasi darah melalui vena. Sekitar tiga liter
cairan limfa masuk ke sirkulasi darah selama 24 jam. Seluruh pembuluh limfa
memiliki katup-katup sehingga ketika kapiler limfa ditekan oleh sumber apapun
(termasuk kontraksi dinding pembuluh) dapat menyebabkan cairan limfa mengalir
maju ke satu arah sepanjang pembuluh limfa. Siklus cairan limfa yaitu, Cairan