Page 2 - WARTA 16 MARET 2025
P. 2

RENUNGAN



                                 FILIPI 3 : 20 - 21

     “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus
    sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya
         yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”


       TEMBOK KERAGUAN: DIHANCURKAN OLEH
                     JANJI DAN PENGHARAPAN
        Kasus-kasus  mega  korupsi  mulai    Karena  tidak  hanya  pada  masa  kini
    terungkap  di  masa  kepemimpinan        terdapat para pemimpin yang tuhannya
    baru  negeri  kita.  Tidak  tanggung-    adalah perut mereka sendiri dan hal-hal
    tanggung,  nilai  korupsi  tidak  hanya  duniawi,  tetapi  pada  masa  itu  pun
    jutaan  atau  milyaran,  tetapi  mencapai  demikian (ay. 19). Menurut Paulus, kita
    ratusan  triliun  rupiah.  Kalau  ada    harus  berbeda  dengan  mereka  karena
    sebutan  “kekayaan  yang  tidak  akan    kita memiliki kekhususan.
    habis  sampai  7  turunan”  untuk            Kekhususan  yang  dimaksud  oleh
    menggambarkan       besarnya     harta   Paulus adalah janji keselamatan serta
    seseorang,  mungkin  para  koruptor      pengharapan yang Tuhan telah berikan
    yang  terungkap  baru-baru  ini  bisa    kepada  kita.  Janji  itu  tidak  hanya
    memiliki  “kekayaan  yang  tidak  akan   berlaku pada akhir zaman, tetapi juga
    habis sampai 7 x 7 turunan”. Nilai yang  berdampak  pada  cara  hidup  kita
    fantastis  ini  membuat  kita  yakin     sekarang  ini.  Dengan  memegang
    bahwa    oknum-oknum      ini   begitu   teguh janji Tuhan dan pengharapannya
    dikuasai  oleh  keinginan  daging  serta  bahwa  kita  adalah  warga  kerajaan
    kesenangannya       sendiri     tanpa    Allah, maka, kita pun tidak ragu untuk
    memikirkan    hajat   banyak    orang    berjalan  sesuai  dengan  kehendak
    apalagi kesejahteraan negara.            Tuhan  yakni  dalam  jalan  kebenaran-
                                             Nya.    Dengan    demikian,    tembok
       Ketika   Paulus    menulis    surat   keraguan yang mengurung kita dalam
    pastoralnya  kepada  jemaat  di  Filipi,  dosa  egosentrisme  akan  diruntuhkan
    kita  justru  mendapati  kepemimpinan    tak bersisa. Segala godaan dunia akan
    yang rela untuk menderita, bukan yang    menjadi  sia-sia  jika  disandingkan
    mencari    keuntungan    diri   sendiri.  dengan janji dan pengharapan Tuhan.
    Dalam       penderitaan       sembari    Kiranya  dalam  Prapaskah  II  ini,  kita
    membagikan     kabar    baik,   Paulus   mampu      menghancurkan       tembok
    menyatakan  kepada  jemaat  tersebut     keraguan dalam mengikut Tuhan serta
    untuk  “meneladani”  dia  serta  orang-  terus berkomitmen berjalan mengikuti-
    orang yang telah melayani mereka.        Nya. Amin.                       TRIA
                                                                              TRIA
   1   2   3   4   5   6   7