Page 3 - WARTA 16 MARET 2025
P. 3
Sudahkah kita melakukan firman Tuhan yang kita dengarkan Minggu lalu..??
Minggu 09 Maret 2025
RINGKASAN KHOTBAH
K
i
t
e
k
e
T
Tembok Ketidakpercayaan:
o
b
m
a
y
a
a
:
n
k
a
d
p
c
r
e
D i h a n c u r k a n d e n g a n F i r ma n d a n I m a n
Dihancurkan dengan Firman dan Iman
ROMA 10:4-21
R
4
-
0
:
1
M
O
A
2
1
Trust issue (ketidak percayaan) menjadi Ada juga mereka yang sudah mengenal
topik yang hangat akhir-akhir ini. Baik Kristus, tetapi dalam hatinya masih saja
terhadap lembaga yang lebih tinggi, maupun berfokus kepada dirinya sendiri. Akhirnya
rekan kerja, dan juga di dalam hubungan mereka pun menolak Kristus.
keluarga. Tidak bisa dipungkiri, bahwa apa Lalu bagaimana Firman dan Iman saling
yang terjadi di dunia, berdampak juga
terhadap relasi pribadi kita dengan Tuhan. berkaitan untuk menghancurkan ‘Tembok
Ketidakpercayaan?’ Hal yang pertama kita
Ada kalanya harapan/cita-cita yang kita
gantungkan kepada Tuhan tidak sesuai harus pahami adalah bawah Firman adalah
sumber pertumbuhan iman. “Jadi, iman
dengan realita. Akhirnya hal ini pun
membuat kita kecewa dan bisa saja menjadi timbul dari pendengaran, dan pendengaran
oleh firman Kristus (ay 17).” Walaupun tidak
menolak Tuhan.
terasa, firman yang Saudara dengar dengan
Seperti yang disampaikan oleh Paulus sungguh akan memberi kekuatan, asalkan
kepada jemaat di Roma, ketidakpercayaan Saudara cari Tuhan, bukan yang lain.
bisa saja terjadi karena beberapa hal, yaitu:
Kedua, iman memampukan kita untuk
Belum pernah / salah mendengar menerima dan menghidupi Firman Tuhan.
tentang Kristus (ay 14). Ada 3 kondisi umat Kristen masa kini.
Telah mendengar tapi tetap tidak 1. Beragama, tapi tidak beriman dengan
percaya (ay. 18-21). sungguh.
Belum atau tidak merasakan langsung 2. Bertobat, tapi tidak berubah.
Firman Tuhan mentransformasi 3. Melekat pada Tuhan dan berbuah
hidupnya (ay.6-13).
senantiasa.
Ketiga hal tadi masih relevan di kehidupan Marilah kita menjadi tipe yang ketiga. Yang
sekarang ini. Di tengah dunia modern, senantiasa berbuah, karena kita melekat
dengan kecepatan distribusi informasi, pada Tuhan. Sebuah keniscayaan bahwa
berita tentang Kristus mudah sekali untuk ranting yang melekat pada pohon pastilah
diakses, namun tidak semua informasi yang berbuah. Begitu juga dengan orang Kristen,
diterima adalah informasi yang tepat. Ada mereka pasti berbuah, asalkan dengan
kalanya informasi yang disampaikan oleh dengan sang sumber hayat, yaitu firman
orang Kristen terkadung kekeliruan, Tuhan itu sendiri.
sehingga bagi mereka yang mendengar
(TS)
akhirnya menolak Kristus. (TS)