Page 2 - WARTA 29 DESEMBER 2024
P. 2

RENUNGAN




       “Jika seseorang berdosa terhadap yang lain, Allah dapat menengahi. Jika seseorang
            berdosa terhadap TUHAN, siapa yang dapat menjadi penengah baginya?
                  Tetapi mereka tidak mendengarkan perkataan ayah mereka,
                      sebab TUHAN berkehendak menewaskan mereka.”
                                 1 Samuel 2 : 25
                    DISUKAI ALLAH DAN SESAMA

           Dalam  hidup  berelasi,  disukai  oleh  Sebaliknya,  meskipun  Samuel  tidak
     banyak  orang  merupakan  keinginan     berasal  dari  keturunan  imam,  tetapi  Ia
     yang  seringkali  kita  dambakan.  Tidak  menjaga   hidup    dengan    kudus,
     mengherankan,  karena  salah  satu      sehingga  Samuel  disukai  di  hadapan
     kebutuhan  mendasar  dari  kehidupan    Allah dan juga manusia.
     manusia     adalah      membutuhkan         Dari  bacaan  Minggu  ini,  sebagai
     keberadaan dirinya “diakui”. Sejak kecil,  pengikut Kristus kita diajak untuk hidup
     manusia  membutuhkan  pengakuan,        disukai  dengan  Allah  dan  manusia
     dan  semakin  dewasa  maka  semakin     dengan  cara  pandang  yang  kritis  dan
     beragam    pula    kebutuhan    akan    berani    tampil   berbeda.   Dengan
     pengakuan tersebut.                     hadirnya  media  sosial  masa  kini,  tidak
         Bacaan  kita  pada  Minggu  ini,    jarang orang berlomba-lomba mengejar
     keduanya  sama-sama  menghadirkan       keinginan  untuk  disukai,  bahkan  rela
     kisah masa kecil dari kedua tokoh: yaitu  melakukan  hal-hal  yang  konyol  atau
     Yesus  dan  Samuel.  Ketika  Yusuf  dan  ekstrem untuk mendapatkan perhatian.
     Maria  mencari  keberadaan  Yesus       Di  tengah  berbagai  tawaran  dan
     setelah  perayaan  hari  raya  Paskah,  godaan  dunia,  menjadi  disukai  oleh
     mereka  mendapati  Yesus  tinggal  di   sesama  berarti  juga  harus  diikuti
     dalam  Bait  Allah.  Berbeda  dari  tingkah  dengan  semangat  untuk  hidup  dalam
     anak-anak  pada  umumnya,  tindakan     kebenaran  Allah.  Sekalipun  akan  ada
     Yesus yang tinggal di dalam Bait Allah  konsekuensi  yang  mengancam  diri
     ini  bukanlah  bertujuan  untuk  mencari  maupun  relasi  kita.  Tentu  ini  tidak
     perhatian dari orang tuanya, melainkan  mudah.    Tetapi   sebagai    pengikut
     karena Ia rindu tinggal di dalam rumah  Kristus,  kita  tidak  bisa  menjadi  serupa
     Bapa (ay. 49). Setelah demikian, Yesus  dengan dunia.
     pun  akhirnya  pulang  dan  menerima
     didikan  orang  tuanya,  sampai  ia         Hidup  kudus  tidak  sama  dengan
     bertambah  dewasa  dan  makin  dikasihi  mencari  perhatian  dan  pengakuan.
     oleh Allah maupun manusia.              Seperti  emas  dalam  tanah  yang  kotor,
           Hal  yang  sama  juga  terdapat  pada  ketika  kita  hidup  dalam  kekudusan,
                                             maka  kualitas  hidup  kudus  tersebut
     kisah   Samuel    kecil,   di   mana    akan  nampak  dan  menjadi  kilauan
     pertumbuhan  Samuel  berbeda  dari      terang  bagi  situasi  yang  ada  di
     anak-anak  Imam  Eli  yakni  Hofni  dan  sekitarnya.  Mari  hidup  berkenan  di
     Pinehas,  di  mana  semakin  mereka     hadapan  Allah,  dan  menjadi  teladan
     bertambah  besar,  semakin  bertambah   hidup bagi sesama kita.
     pula kejahatan yang mereka lakukan.                                     (DRS)
   1   2   3   4   5   6   7