Page 23 - Buku Emeritasi Pdt Daniel Budijono
P. 23
KATA SAMBUTAN
MAJELIS JEMAAT GKI PEKALONGAN
(Dimana pdt Daniel Budijono pernah melayani sebagai Pendeta konsulen).
Saat GKI pekalongan di akhir bulan September 2014 sedang mengalami
kedukaan berat dengan berpulangnya Pdt. Samuel Kurniawan terkasih, sangat
bersyukur BPMK GKI Klasis Semarang Barat bertindak cepat dengan mengutus
Pdt. Daniel Budijono sebagai Pendeta Konsulen untuk kami.
Selama periode November 2014 sampai dengan Juni 2017, Pdt. Daniel Budijono
menemani kami menjalani hidup bergereja dengan semangat dan diwarnai
situasi penuh sukacita.
Pak Dan, demikian sapaan akrab kami, menempatkan diri sebagai sosok yang
murah senyum, ramah terhadap semua orang meski kepada yang baru saling
kenal, bahkan sebagian besar dari kami dalam waktu singkat sudah berinteraksi
layaknya dengan seorang sahabat yang seperti telah saling kenal cukup lama.
Tidak ada nuansa serius yang menakutkan, semua kegiatan dan masalah
diselesaikan dengan dialog dan pengarahan yang sederhana.
Saat rapat pleno Majelis Jemaat, sering pak Dan membawa snack yang enak
banget dari Semarang untuk dinikmati bersama, jadi terkadang kami ’guyon’
bilang ’pak Dan akan datang, ngak usah siapin snack’ haha ......
Kelembutan hati yang kadang diartikan sebagai tidak tegas tidaklah kami
rasakan. Saat harus mengambil keputusan-keputusan penting pak Dan selalu
serius menyimak dan terlibat dengan sangat aktif. Karenanya kami lebih merasa
telah dikirim seorang sahabat yang menyenangkan ketimbang seorang Pendeta
Konsulen yang konon kadang ’membuat Jemaat tambah tegang’ (gosipnya
sih...........)
Saat pak Dan menyelesaikan tugasnya sebagai Pendeta Konsulen, kami merasa
kehilangan sosok yang menjadi partner bersenda gurau yang menyenangkan.
Terima kasih pak Dan untuk kenangan indah dalam pelayanan yang sudah
diukirkan di Jemaat GKI Pekalongan. Meski tidak terlalu lama, namun goresan
pena pelayanan pak Dan sudah menjadi bagian dari kehidupan bergereja kami.
Selamat memasuki masa emeritasi yang menjadi hadiah yang Tuhan berikan
untuk semua jerih lelah yang telah dilakukan.
Dalam segala keterbatasan yang ada, kami tetap yakin pak Dan dapat tetap
berupaya mengukir karya-karya yang memuliakanNya. Karena saat melihat pak
Dan tersenyumpun sudah dapat memberi sukacita bagi kami untuk merasakan
betapa indahnya pelayanan bagi Tuhan.
Segala kebaikan dan sukacita yang terjadi kiranya hanya untuk kemuliaanNya.
Solideo Gloria !
Majelis Jemaat GKI Pekalongan
Halaman 21