Page 24 - Buku Emeritasi Pdt Daniel Budijono
P. 24
KATA SAMBUTAN
PDT. EM. DANIEL BUDIJONO
Salam sejahtera dalam kasih Kristus untuk kita semua.
Pertama - tama, Saya dan keluarga menaikkan puji syukur kepada Allah Bapa,
yang karena perkenanan, kasih, rahmat dan anugerah-Nya semata’ maka kita
semua dapat berkumpul bersama saat ini, dan baru saja kita menyelesaikan
Ibadah Minggu’ sekaligus Ibadah Emeritasi saya.
Saudara-saudara sekalian, Jujur bahwa ada rasa nervous dalam diri saya saat
mengingat bahwa Hari ini 14 Agustus 2022 merupakan hari terakhir bagi saya
dalam mengemban tugas-tugas rutin saya’ sebagai Pendeta aktif GKI’ dengan
basis pelayanan GKI Beringin Semarang.
Dalam pertolongan Tuhan, Selama 29 tahun saya Pelayanan di GKI Beringin,
ada banyak sekali suka duka yang melekat, juga Jemaat yang sudah menjadi
seperti keluarga saya, yang begitu baiknya kepada saya. Tidak mudah bagi
saya.. untuk berhenti dari tugas rutin di tengah… dan bersama-sama anda.
Tetapi saat saya mengingat gangguan kesehatan saya, sehingga tidak bisa
maksimal dalam pelayanan, maka hati saya mantap untuk berhenti dari tugas-
tugas rutin, demi kelancaran dan maksimalnya pelayanan’ serta kemajuan
Gereja di tengah dunial digital dengan generasi Z nya (saat ini), beserta
tantangan pandemi menuju endemi ke depan.
Dengan berhenti dari tugas-tugas rutin, sebenarnya saya bersama keluarga inti
juga… jadi bisa berfokus pada terapi kesehatan saya. Jadi inilah yang terbaik
dari Tuhan, untuk kita semua.
Dan hati saya juga menjadi penuh syukur.. bila mengingat bahwa tanggung
jawab terbesar saya, akhirnya dapat saya selesaikan dalam anugerah-Nya.
Tidak sempurna, tetapi Tuhanlah yang menyempurnakan.
Selanjutnya, Terimakasih yang sangat besar’ dari hati saya yang terdalam..
kepada keluarga inti dan keluarga besar saya, yang karena mereka, maka saya
bisa semangat dalam pelayanan. Semoga saya dapat tetap menjadi berkat, dan
tidak menjadi beban bagi kalian.
Terima kasih yang sebesar-besarnya juga.. kepada Majelis Jemaat, BPJ, aktivis
dan seluruh Jemaat GKI Beringin…. ;
Kita semua berjalan ke depan yang tampak masih abu-abu, tapi pasti akan
menjadi semakin jelas berwarna terang cerah, saat.. kita tetap mengandalkan
kuasa kasih Tuhan. Kita akan selalu percaya: Buluh yang patah terkulai’ tidak
akan diputuskan-Nya, dan Sumbu yang pudar nyalanya’ tidak akan
dipadamkan-Nya.
Bukankah selama ini, inilah yang sudah dan sedang kita alami ? …Hal yang
sama ini’ akan terus berlanjut ke depan, Percayalah !!
Halaman 22