Page 10 - WARTA 03 MEI 2026
P. 10
Beringin Cell Group
B e r i n g i n C e l l G r o u p
Beringin Cell Group
03 Mei 2026
BACAAN TEMA
Kis. 7 : 54-60 Merawat Keberanian untuk Tetap Benar
Pada Minggu Paskah V, kita diajak melihat kehidupan Stefanus yang tetap setia di
tengah tekanan besar. Keberanian Stefanus bukan keberanian yang meledak-ledak
atau ingin membalas, tetapi keberanian yang lahir dari hati yang tertuju kepada
Tuhan. Dalam pertemuan ini, kita tidak hanya membicarakan Stefanus sebagai tokoh
iman, tetapi juga belajar mengenali bentuk-bentuk keberanian yang dibutuhkan
dalam hidup sehari-hari: berani jujur, berani tetap benar, berani tidak ikut arus
kebencian, dan berani menyerahkan diri kepada Tuhan.
Pertanyaan Pembuka
Dalam kehidupan sehari-hari, kapan biasanya orang merasa sulit untuk tetap
benar atau jujur? Apa yang biasanya membuat orang memilih diam, ikut arus,
atau mencari aman?
Pertanyaan Observasi
1. Dalam ayat 54–58, bagaimana reaksi orang-orang terhadap Stefanus? Apa saja
tindakan mereka terhadapnya?
2. Dalam ayat 55–56 dan 59–60, apa yang dilakukan dan dikatakan Stefanus
ketika ia menghadapi penolakan dan kekerasan? Bagian mana dari respons
Stefanus yang paling menarik perhatian Saudara?
Pertanyaan Interpretasi / Pendalaman
1. Ayat 55 mengatakan Stefanus “penuh dengan Roh Kudus” dan melihat
kemuliaan Allah serta Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Menurut Saudara,
apakah ada hubungan antara arah pandang Stefanus kepada Tuhan dengan
keberaniannya menghadapi tekanan?
2. Di akhir hidupnya Stefanus tetap mengatakan kebenaran, dan ia tidak
membalas dengan kutuk atau kebencian. Apa yang teks ini ajarkan
tentang keberanian Kristen?
3. Dalam doa terakhirnya, Stefanus berkata, “Tuhan Yesus, terimalah rohku” dan
“Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Apa yang bagian ini
nyatakan tentang iman Stefanus kepada Kristus?
Pertanyaan Refleksi dan Aplikasi
1. Dalam kehidupan kita sekarang, bentuk “tekanan” apa yang paling sering
membuat orang sulit tetap benar? Misalnya di keluarga, pekerjaan, sekolah,
pelayanan, atau media sosial.
2. Dalam situasi seperti itu, bentuk keberanian seperti apa yang realistis dan
tidak berlebihan untuk dilakukan?
Pertanyaan Penutup
Minggu ini, langkah kecil apa yang dapat kita lakukan untuk menghidupi Firman
ini: merawat keberanian untuk tetap benar?
P
E
N
G
N
A
I
M
B
A
A
U
N
SUB BIDANG PEMBINAAN
S
I
D
B
B
G K I B E R I N G I N
G K I B E R I N G I N

