Page 12 - MUSEUM GEOLOGI
P. 12
sampai 20-30 juta tahun. Didalam batuan gamping itu terdapat jutaan fosil binatang laut
yang sekaligus menjadi saksi bisu yang menggenangi kawasan tersebut puluhan juta
tahun yang lalu ketika Oligosen sampai Miosen awal.
b. Reaksi Batu Sedimen Kapur :
Pada saat mengunjungi gunung kapur Rajamandala kami melakukan percobaan batu
kapur di tetesi HCL pekat yang kemudian batu tersebut mengeluarkan busa dan sedikit
berasap, ini karena : CaCO3 + HCl pekat –> CaCl2 + CO2(g) +H2O.
Batu kapur termasuk dalam batuan sedimen kimiawi, yang merupakan batuan sedimen
yang terbentuk jika dalam proses pengendapan tersebut terjadi proses kimia, seperti
pelarutan, penguapan, oksidasi dan dehidrasi. Contohnya hujan yang terjadi di gunung
kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus pada batu
gamping (CaCO3). Air itu melarutkan gamping yang dilaluinya menjadi larutan air kapur
atau Ca(HCO3)2. Aliran larutan kapur itu akhirnya sampai ke atas gua kapur. Tetesan air
kapur tersebut membentuk stalaktit di atas gua dan stalagmit di dasar gua. Terjadinya
stalaktit dan stalagmit akibat adanya pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu
air kapur menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen
kimiawi. CaCO3 + CO2 + H2O –> Ca(HCO3)2. Untuk lebih jelasnya perhatikan video
berikut ini :

