Page 36 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 36
Dalam ayat ini Allah menjelaskan beberapa sikap keteladanan yang dimiliki
oleh Nabi Muhammad yakni bijaksana, lemah lembut pemaaf. Kita ketahui meskipun
kaum kafir Quraisy selalu menggencarkan aksinya untuk mengahalang-halangi
dakwa Nabi namun beliau tidak pernah membalas meskipun beliau mampu justru
beliau mendoakan mereka agar segera mendapat hidayah untuk beriman kepada
Allah. Maka kita sebagai pengikut Nabi Muhammad harus mencontohi sikap beliau
yaitu ketika seseorang melakukan kesalahan kepada kita maka memaafkan sebelum
dia meminta maaf adalah sikap yang baik dan akan mendatangkan pahala dan
senantiasa mendoakan agar segera diberi kesadaran agar tidak lagi melakukan
kesalahan yang sama.
Ada dua unsur utama dalam tawakkal yaitu, pertama berserah diri dan kedua
berpegang teguh. Kedua-duanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Seorang mukmin belum dapat dikatakan bertawakal jika belum berserah diri secara
ikhlas. Serta tidak dapat pula dikatakan tawakal kalau belum berpegang kepada-Nya,
belum kokoh keadilannya, kebijaksanaannya, kasih sayangnya untuk mengatur segala
sesuatu dengan sesempurna mungkin.
Ketika kita telah berusaha semaksimal mungkin maka langkah selanjutnya ialah
bertawakal kepada Allah menyandarkan segala sesuatunya kepada-Nya adalah sikap
seorang mukmin sejati dan apapun hasilnya itulah yang terbaik dan telah ditetapkan
Allah Swt dengan sikap tawakal maka kehidupan akan menjadi lebih mudah karena
semua hal yang kita lakukan melibatkan Allah yang memiliki segala kebaikan.
Beberapa manfaat bertawakkal kepada Allah :
1. Diberi kemudahan dunia dan akhirat
2. Mudah beradaptasi dengan masalah apapun
3. Tawakkal dapat memperkokoh keimanan serta terjauh dari putus asa.
4. Tawakkal mampu membuat seseorang menjadi pribadi yang mandiri
5. Allah cukupkan rezekinya
23

