Page 31 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 31
perlu dipahami bahwa, berputus asa adalah tindakan orang-orang kufur, kekufuran
akan menjauhkan seseorang dari rahmat pertolongan Allah Swt berfirman.
َّ
َ
َّ
ُهعه اَذإ ًٍِسَكَذ ..... ْ يَع ٍبأ َةسَْسُه ٍ ِ ضز َّ للّا نهٌَْع َلاَق :َلاَق ٍبٌَّلا ًلَص َّ للّا ِهَُْلَع نلَسو:
َ
ِ
َ
َ َ
ن ِ
َ َ
ِ
َ
َ
َ
َ
ُلىُقََ ُ َّ للّا ًَلاعَت:اًَأ َدٌِْع ّيَظ ٌِدْبَع ٍ ب اًَأو
ِ
ِ
َ
َ
Artinya :
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman
“Aku tergantung persangkaan hambaKu pada diri-Ku, dan Aku bersamanya
apabila ia mengingatKu “. (Shahih Bukhori, Hadits No. 6856)
Hadits di atas menjelaskan bahwa Allah akan memberikan sesuatu keinginan
seorang hamba jika ia senantiasa berprasangka baik dan yakin bahwa Allah Yang
Maha Kuasa akan segala hal. Maka ketika seseorang sudah merasa dirinya tidak
mampu melakukan sesuatu yang ingin dicapai, merasa tidak yakin maka besar
kemungkinan itulah yang akan terjadi. Namun sebaliknya ketika kita meyakinkan diri
bahwa dirinya mampu selagi ia berusaha dengan usaha yang sungguh-sunguh maka
besar kemungkinan Allah akan memberikan pertolongan dan membantu kita dalam
mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Sikap optimisme digambarkan dengan kondisi diri yang kuat dan hati yang
bahagia. Seseorang tidak bisa dikatakan memiliki sikap optimis jika sikapnya
menunjukkan bahwa dirinya lemah tak berdaya dan ekspresi kesedihan yang selalu
ada di wajahnya. Tidak merasa lemah dan tidak bersedih hati adalah salah satu bagian
dari optimis. Sikap optimis akan mendorong seseorang untuk tetap bersemangat
dalam kehidupannya. Ketika sikap ini telah benar-benar di tanamkan dalam diri
seorang mukmin maka ia akan mampu mengembangkan segala potensi yang dimiliki
dan mampu melewati segala rintangan yang menghalangi, sehingga ia mampu
berinteraksi secara baik dengan lingkungan sekitarnya.
Beberapa manfaat bersiap optimis adalah sebagai berikut:
1. Meyakini kemampuan diri sendiri
2. Tidak mudah berputus asa ketika mengalami kegagalan.
18

