Page 197 - EBOOK PAI E ANGKATAN2018/2019
P. 197

Said  Aqil  Siroj  mengatakan  dalam  pertemuannya  di  Perserikatan  Bangsa-

                        bangsa di New york bahwa yang paling penting untuk kita ingat Islam Nusantara itu
                        tidak mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga tidak akan

                        menyebarkan kebencian.
                             Munculnya  istilah  Islam  Nusantara  begitu  banyak  menuai  pro  dan  kontra

                        dikalangan  masyarakat.  Azyumardi  Azra  selaku  cendekiawan  muslim  mengatakan

                        dalam  surat  elektronik,  subtansi  Islam  Nusantara  Versi  Nahdatul  Ulama  sudah
                        dikenal di kalangan akademis semenjak pasca perang Dunia II. Dia juga mengatakan

                        bahwa  istilah  Islam  Nusantara  ini  mencakup  untuk  seluruh  wilayah  Islam  di  Asia

                        Tenggara,  akan  tetapi  setelah  perang  dunia  ke  II,  posisi  Islam  di  Asia  Tenggara
                        berubah.

                             Jika  di  Malysia  Islam  menjadi  Agama  resmi  Negara,  sehingga  terkooptasi
                        sepenuhnya oleh negara. Sedangkan di Indonesia sendiri Islam bukan agama Negara,

                        sehingga Islam Nusantara bisa menjadi paham moderat yang inklusif, akomodatif dan
                        Toleran.  Azyumardi  juga  mengatakan,  dengan  menggunakan  paham  moderat

                        merupakan usaha untuk menagkal paham radikal.

                             Adik-adik yang tercinta, disinilah guna moderasi beragama. Istilah apapun yang
                        dipakai  selama  itu  tidak  melanggar  syariah  islam  tidak  menjadi  masalah,  yang

                        terpenting adalah esensinya bagaimana kita bisa melaksanakan ajaran agama dengan
                        bahagia. Jika muncul pertanyaan kenapa kita harus menjalankan ajaran islam dengan

                        bahagia? Jawabannya, karena sudah terlalu banyak orang yang sadar ataupun tidak
                        sadar membicarakan Islam dengan dendam.

                             Ada orang yang rela membom diri sendiri di Gereja dengan mengatas namakan

                        Islam,  ada  orang-orang  yang  mengusik  masyarakat  yang  tak  sepaham  dengan
                        pemahamannya, ada orang berdakwah dengan teriak dan caci  maki,  yang tentunya

                        akan  membuat  kerusakan  terhadap  lingkungan.  Agama  itu  seharusnya  menjadi

                        penyejuk  bukan  sebaliknya  menjadi  sesuatu  yang  merusak  keharmonisan  dalam
                        tatanan  kehidupan.  Yang  perlu  adik-adik  ingat  bahwasanya  mendakwahkan





                                                               183
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202