Page 25 - E-LKM KOLOID BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT(STM)
P. 25

2. Gerak Brown

                 Pada tahun 1827, seorang ahli botani inggris, Robert Brown

          (1773-1858)  mengamati  dan  menemukan  bahwa  gerakan  dari
          partikel-partikel koloid tersebut tidak teratur atau acak. Partikel ko-
          loid  dapat  bergerak  lurus  tetapi  arahnya  tidak  menentu  (zig-zag).
          Gerak  brown  didefiniskan  sebagai  gerak  zig-zag  dan  partikel-
          partikel sistem koloid yang hanya dapat diamati dengan mikroskop
          ultra.


                                                 Bagaimana  gerak  brown                  Gambar: Robert Brown
                                                 bisa  terjadi?  Gerak  brown     Sumber: https://images.app.goo.gl
                                                 disebabkan  adanya  tum-
                                                 bukan  dari  partikel  medium  pendispersi  pada
                                                 partikel koloid yang terdispersi. Peristiwa tumbukan
                                                 tersebut  berlangsung  terus-menerus.  Bila  partikel-
                                                 partikel dari sistem koloid diamati dengan mikros-
                                                 kop  ultra  akan  tampak  senantiasa  partikel  koloid
             Sumber: https://youtu.be/chBoDhm3Gho   bergerak lurus, tetapi tidak menentu. Semakin tinggi
                                                 temperatur maka semakin cepat gerak brown karena
          energi kinetik medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.



            3. Adsorpsi
                Koloid mempunyai partikel yang sangat kecil (luas permukaan besar) menyebab-
          kan koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Dalam kimia, adsorpsi didefinisikan
          sebagai melekatnya zat pada permukaan padatan atau cairan. Partikel koloid dapat men-
          gadsorpsi  ion  atau  muatan  listrik,  sehingga  koloid  menjadi  bermuatan.  Kemampuan
          menarik  ini  disebabkan  karena  adanya  tegangan-tegangan  permukaan  koloid  cukup
          tinggi sehingga jika ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada
          permukaannya.

                Proses berlangsungnya adsorpsi minimum
          harus ada dua macam zat, yaitu zat yang diad-
          sorpsi  disebut  dengan  adsorbat  dan  zat  yang
          mengadsorpsi  disebut  dengan  adsorben.  Jika
          partikel  koloid  mengadsorpsi  ion  yang  bermu-
          atan positif pada permukaannya, koloid tersebut
          menjadi bermuatan positif. Contohnya Fe(OH )                  Gambar: Adsorpsi ion oleh partikel koloid
                                                              3
          bermuatan positif dalam air.                                     Sumber: https://images.app.goo.gl














                                                          17
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30