Page 61 - BUKU GABUNGAN revisi 17.11.24_Neat
P. 61
Fisika Modern Terintegrasi Etnosains
Sifat gravitasi : =
Sifat inersia: ∑ = (Jewett, 2010: 256)
Nilai konstanta gravitasi G dalam hukum gravitasi universal dipilih
sedemikian rupa sehingga secara numerik nilai massa gravitasi dan massa
inersia menjadi sama dalam perhitungan gaya gravitasi. Artinya, hubungan
ini dirancang agar penggunaan G dalam persamaan gravitasi mempermudah
perhitungan tanpa perbedaan numerik antara dan .
Namun, secara eksperimental, hubungan antara dan . telah diuji
dengan presisi yang sangat tinggi, hingga pada tingkat beberapa bagian dalam
10¹² (triliun). Hasilnya menunjukkan bahwa kedua jenis massa ini sangatlah
setara dalam praktiknya(Gribbin, n.d.: 68).
Meskipun begitu, fakta bahwa kesetaraan ini belum dapat dipastikan
secara mutlak membuka kemungkinan bahwa dan mungkin tidak benar-
benar identik dalam arti fundamental. Hal ini memberikan ruang bagi
penyelidikan lebih lanjut, terutama dalam teori gravitasi yang melampaui
relativitas umum atau dalam fisika partikel di skala yang sangat kecil.
Namun, mengapa hal ini bisa terjadi? Secara sepintas, keduanya tampak
melibatkan dua konsep yang sangat berbeda: gaya gravitasi yang menarik dua
massa satu sama lain dan kecenderungan suatu massa untuk melawan
perubahan geraknya saat dipercepat. Pertanyaan ini, yang telah
membingungkan Newton dan banyak fisikawan selama berabad-abad, akhirnya
terjawab pada tahun 1916 ketika Einstein memperkenalkan teori gravitasi yang
dikenal sebagai teori relativitas umum. Karena teori ini sangat kompleks secara
matematis, pembahasannya dalam buku ini hanya akan mencakup gambaran
elegan dari teori tersebut serta kedalaman pemahaman yang ditawarkannya.
Menurut pandangan Einstein, sifat dualistis massa mencerminkan
hubungan yang sangat erat antara kedua sifat tersebut. Ia menunjukkan bahwa
tidak ada eksperimen mekanis, seperti menjatuhkan benda, yang mampu
55