Page 29 - Kisah Abu Nawas 1001 Malam
P. 29

"Apakah  engkau  tidak  takut  kepada  tuanmu?"  pancing
             Abu  Nawas.  Monyet  itu  tetap  mengangguk  karena  binatang  itu
             lebih takut terhadap ancaman tuannya daripada Abu Nawas.

                    Akhirnya  Abu  Nawas  mengeluarkan  bungkusan  kecil
             berisi balsam panas.

                    "Tahukah engkau apa guna balsam ini?" Monyet itu tetap
             mengangguk .

                    "Baiklah,   bolehkah   kugosokselangkangmu     dengan
             balsam?" Monyet itu mengangguk.

                    Lalu  Abu  Nawas  menggosok  selangkang  binatang  itu.
             Tentu saja monyet itu merasa agak kepanasan dan mulai-panik.

                    Kemudian  Abu  Nawas  mengeluarkan  bungkusan  yang
             cukup besar. Bungkusan itu juga berisi balsam.

                    "Maukah  engkau  bila  balsam  ini  kuhabiskan  untuk
             menggosok  selangkangmu?"  Abu  Nawas  mulai  mengancam.
             Monyet  itu  mulai  ketakutan.  Dan  rupanya  ia  lupa  ancaman
             tuannya  sehingga  ia  terpaksa  menggeleng-gelengkan  kepala
             sambil mundur beberapa langkah.

                    Abu  Nawas  dengan  kecerdikan  dan  akalnya  yang  licin
             mampu  memenangkan  sayembara  meruntuhkan  kegigihan
             monyet yang dianggap cerdik.

                    Ah,  jangankan  seekor  monyet,  manusia  paling  pandai
             saja bisa dikecoh Abu Nawas!

                                       oo000oo











                                          28
     aDef                                               Abu Nawas Sang Penggeli Hati
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34