Page 38 - PKWU_Kls11_Sem1
P. 38
d. Pewarnaan
Pewarnaan pada limbah merupakan selera dari pembuat kerajinan. Jika
dalam merancang diperlukan bahan yang diberi warna maka diwarnai
terlebih dahulu. Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan
limbah basah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil
agar menyerap. Sedangkan bahan limbah kering dapat diwarnai dengan
cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat
minyak.
e. Pengeringan setelah pewarnaan
Setelah diberi warna, bahan harus dikeringkan kembali dengan sinar
matahari langsung atau dengan alat pengering agar warna kering sempurna
tidak mudah luntur.
f. Finishing
Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses
menjadi karya. Proses finishing dapat dilakukan dengan berbagai cara,
seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda,
atau diamplas.
Aktivitas 7
Identifikasi dan jelaskan potensi limbah berbentuk bangun datar yang ada di
sekitarmu. Kerajinan apa yang bisa dikembangkan berdasarkan potensi limbah
tersebut? Buatlah laporan hasil identifikasi bahan limbah tersebut dan potensi
kerajinan yang dapat dikembangkan!
Tugas Kelompok - 3
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok
berjumlah antara 3 – 4 siswa.
Tugas masing-masing kelompok mengidentifikasi karya kerajinan dari
limbah berbentuk bangun datar yang ada di wilayah setempat. Masing-masing
kelompok menganalisis karya kerajinan tersebut berdasarkan:
1. Aneka produk sesuai potensi daerah masing-masing
2. Bahan dasar, dan
3. Manfaat produk kerajinan
Buatlah laporan berdasarkan hasil diskusi kelompok.
Jika menemukan hal lain untuk diamati, tambahkan pada kolom baru.
Presentasikan secara bergantian dengan kelompok lainnya.
Prakarya dan Kewirausahaan 31