Page 189 - Demo
P. 189
aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta dan instansi lain, untuk memastikan bahwa aplikasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna. Selain itu, strategi ini mencakup pelatihan berkelanjutan bagi petugas pajak untuk memaksimalkan pemanfaatan fitur-fitur aplikasi, serta pengumpulan umpan balik secara rutin untuk melakukan perbaikan dan pembaruan sistem secara berkala, sehingga aplikasi Pengilon tetap relevan dan efektif dalam mendukung pengelolaan pajak yang transparan dan akuntabel.3. Faktor Kekuatan Internal dan Peluang Eksternal%uf0b7 Kekuatan Internalo Aplikasi Pengilon mengintegrasikan berbagai sumber data dalam satu aplikasi, memungkinkan pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengakses informasi dengan cepat dan akurat, yang meningkatkan efisiensi.o Desain aplikasi yang user-friendly memudahkan pegawai dalam menggunakan fitur-fitur yang tersediao Penggunaan teknologi untuk analisis data memberikan kemampuan analisis yang mendalam, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik%uf0b7 Peluang Eksternalo Kebijakan yang mendukung digitalisasi dan inovasi, pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan dan penggunaan aplikasi ini.o Keterlibatan pegawai dalam proses pengembangan dan evaluasi aplikasi sangat penting untuk memastikan bahwa fitur-fitur yang ada sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.o Masyarakat semakin menginginkan transparansi dalam pengelolaan pajak, dan aplikasi Pengilon dapat memenuhi kebutuhan ini dengan menyediakan akses informasi yang jelas dan akurat4. Kolaborasi Pemangku KepentinganKolaborasi pemangku kepentingan merupakan elemen kunci dalam keberhasilan aplikasi Pengilon, yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan pajak secara efisien dan transparan. Pihak yang terlibat, dalam aplikasi ini meliputi pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta dan instansi lain. Dengan membangun kolaborasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan, aplikasi Pengilon dapat berfungsi sebagai alat yang efektif dalam pengelolaan pajak, meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam sistem perpajakan di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat implementasi aplikasi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan pengelolaan pajak yang lebih baik