Page 4 - Demokrasi Kebun Binatang
P. 4
Keesokan harinya, selepas acara makan pagi para penghuni kebun
binatang, dia membawa seekor hewan berkaki empat ke depan
kandang itu.
”Kalian tengoklah makhluk penyabar ini. Perhatikan bulunya
yang bersih berkilat, telinganya yang lemas terkulai dan bahasa
badannya yang sopan.
Nah kan dia jinak dan baik hati,” kata pak kepala,
Ke-17 hewan berteriak. “Lho, itu kan serigala yang memakai
jaket kulit kambing dan memakai telinga kambing palsu.”
seru mereka. ”Biar menyamar seperti apa, pak kepala, kami
tetap kenal betul bau keringat badannya.”
Dua puluh empat jam kemudian, kepala kebun binatang datang
ke depan pintu kandang dan menuntun lagi makhluk itu. “saya
minta kalian dengan hati terbuka memperhatikan ciptaan Tuhan
ini.
Perhatikan tingkah lakunya yang mandiri, matanya yang bening
dan suci, ekspresi luhurnya budi pekerti. Nah bukankah dia jinak
dan baik hati?”tanyanya.
Ke-17 hewan penghuni kandang bersorak. “Yaaah, itu kan
serigala menyamar lagi, yang memakai rompi bulu domba,
dan memakai tanduk domba palsu.”seru mereka. “Biar
menyamar seperti apa, pak kepala, biar bulunya wol putih
seperti domba Australia, kami tetap kenal gigi dan taringnya
yang runcing-runcing itu.”
Kepala kebun bintang tampak kesal, gerahamnya gemeletuk dan
wajahnya mulai memerah.´”Bagaimana kalian ini, kok tidak
menghormati demokrasi serigala? Hargailah hak asasi hewan,
artinya, jangan mengucilkan hewan apapun,”katanya...............

