Page 14 - E-Modul ecoliteracy berbasis PJBL (10)_compressed_Neat
P. 14
JENIS-JENIS SAMPAH
DESKRIPSI E-MODUL
Sampah yang kita hasilkan setiap hari memiliki jenis yang berbeda-beda.
Agar lebih mudah dikelola, sampah biasanya dikelompokkan berdasarkan
sifat dan bentuknya. Dengan mengetahui jenis sampah, kita dapat
memahami bagaimana cara menanganinya dengan tepat.
Sampah organik contohnya, sisa makanan, daun kering, kulit
buah, dan sayur busuk. Jenis sampah ini memiliki potensi besar
untuk diolah menjadi pupuk kompos.
Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai secara
alami. Contohnya plastik, kaca, logam, dan kaleng.
Sampah kertas berasal dari bahan kertas seperti koran, buku
bekas, majalah, kardus, atau kertas pembungkus. Sampah jenis
ini biasanya lebih mudah terurai dibandingkan plastik, tetapi
tetap perlu dipisahkan agar dapat dikelola dengan baik.
Sampah B3 adalah sampah yang mengandung zat berbahaya
sehingga harus ditangani secara khusus. Contohnya baterai
bekas, obat kedaluwarsa, lampu neon dan pestisida.
Sampah residu adalah sampah yang sulit diolah kembali.
Contohnya popok sekali pakai, tisu kotor, puntung rokok, dan
styrofoam makanan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN)
yang tercantum di Goodstats pada tahun 2025, sampah terbanyak di
Indonesia adalah sisa makanan 40,76%, plastik 20,49%, diikuti
dengankayu/ranting 13,29 % dan kertas/karton 11,25%,.
14 14 14

