Page 70 - Modul Konteks Keislaman_Tasya Salsabila
P. 70

WAWASAN

                                           Keindahan Matematika dalam Deret

                   Jika  kita  jeli,  alam  menyediakan  banyak  sekali  keindahan  matematis.  Coba  kalian  perhatikan,
               spiral  geometris  pada  cangkang  sarang  siput  (Nautilus),  susunan  sel  segi  enam  pada  sarang  tawon
               madu, susunan mahkota bunga aster, susunan mahkota dan biji bunga matahari, serta masih banyak
               lagi yang lainnya. Susunan-susunan objek di atas berkaitan dengan barisan atau deret matematis lho,
               selain itu kita juga bisa menemukan hikmah dari penciptaan alam semesta.

                                                   Pernahkah  kamu  melihat  sarang  lebah?  Bagaimana  bentuk
                                               sarang  lebah?  Yap!  Sarang  lebah  berbentuk  heksagonal  atau
                                               segienam. Mengapa sarang lebah berbentuk segienam dan bukan
                                               segitiga atau segiempat? Menurut Pappus seorang ahli astronom
                                               dan geometri, sarang lebah yang berbentuk heksagon lebih banyak
                                               memuat  madu  karena  kapasitas  yang  lebih  besar  dibandingkan
                                               persegi  atau  segitiga.  Selain  itu,  penelitian  lain  menyebutkan
                                               bahwa  sarang  berbentuk  heksagonal  merupakan  bentuk  optimal
               untuk  menyimpan  madu.  Karena  bentuknya  yang  simetris,  sehingga  jika  tiap  rongga  digabungkan
               akan menghasilkan kombinasi ruang yang sempurna sehingga tidak akan ada ruang sisa. Pemilihan
               bentuk sarang lebah ini tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, dimana Allah memberi keajaiban
               pada  lebah  berupa  wahyu  untuk  membuat  sarang  dengan  segala  keistimewaannya.  “Dan  Tuhanmu
               mewahyukan  kepada  lebah:  “Buatlah  sarang-sarang  di  bukit-bukit,  di  pohon-pohon  kayu  dan  di
               tempat-tempat yang dibuat manusia,…” QS. An-Nahl: 68-69.


                   Pernah  mendengar  istilah  golden  ratio?  Atau  tahukan  kamu
               mengenai  bilangan  Fibonnaci?  Mungkin  beberapa  dari  kita  sudah
               mengetahui mengenai bilangan Fibonnaci. Fibonacci adalah sebuah
               barisan  angka  dimana  suku  berikutnya  pada  barisan  tersebut
               merupakan hasil penjumlahan dari dua suku sebelumnya. Deret ini
               ditemukan  pertama  kali  oleh  seorang  matematikawan  asal  India
               Gopala,    yang   kemudian     dikembangkan    oleh   seorang
               matematikawan  barat  yang  berasal  dari  Italia  yaitu  Leonardo
               “Fibonnaci” Da Pisa.

                                                          Lalu,  apasih  keistimewaan  bilangan  Fibonnaci  dan
                                                       Golden  Ratio  atau  Rasio  Emas  tersebut?  Ternyata,
                                                       banyak  struktur  di  alam  semesta  yang  dibangun  oleh
                                                       pola-pola yang mengikuti Bilangan Fibonnaci dan Rasio
                                                       Emas. Pola-pola tersebut bisa kita temui pada tumbuhan
                                                       yang  ada  di  sekitar  kita,  salah  satu  contohnya  adalah
                                                       Bunga Aster dan Bunga Matahari. Jumlah mahkota bunga
               berkaitan erat dengan Bilangan Fibonnaci, semisal mahkota bunganya berjumlah 1, 2, 3, 5, atau 8.


            MODUL BARISAN DAN DERET                                                                  62
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75