Page 8 - Adab membaca Al-Qur'an dan berdo'a
P. 8
Ketujuh, Menangis ketika Membaca Al-Qur’an Ketika membaca Al-
Qur’an agar dapat menangis ketika membacanya karena hal demikian
merupakan sifat orang-orang yang arif dan tanda-tanda hamba-hamba Allah
yang shalih
ْ
ْ
ِ ْ ْ
َ
َ
َ
َ
ْ
ُ
ُ
َ
ً
)
. خِ ٔٓ٩َ و لِ ن و ْ ر َل ْ ْْ ْ اََ و ن وُْ بْي ن ) ِ اع وشُ خ م ه ُديز
َ
Artinya: “Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan
mereka bertambah khusyuk”. (QS. Al-Isra’: 109)
Kedelapan,Membaca dengan Tartil Hendaklah membaca Al-Qur’an
dengan tartil. Para ulama telah sepakat dianjurkannya membaca Al-Qur’an
dengan tartil.
ْ
َ
َ
)
Allah berfirman: ت ٤ رَ و لا لِ ِ ْ ُق ) ل َ ًْ يترْ َ ت ن اءَ ر ْ ْ
ِ
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”. (QS. Al-
Muzzammil :
Membaca Al-Qur’an dengan tartil akan lebih membekas dan lebih
berpengaruh ke dalam jiwa. Lebih mendatangkan ketenangan jiwa dan batin
dan lebih menghormati Al-Qur’an (Syam, 2012:38)