Page 26 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 26

Teori yang dikemukakan antara lain oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail
                  Saleh ini merupakan teori yang paling umum didengar mengenai kudeta
                  tanggal 30 September 1965.
                  Namun terlepas dari teori mana yang benar mengenai peristiwa G30S, yang
                  pasti sejak Demokrasi Terpimpin secara resmi dimulai pada tahun 1959,
                  Indonesia memang diwarnai dengan igur Soekarno yang menampilkan

                  dirinya sebagai penguasa tunggal di Indonesia. Ia juga menjadi kekuatan
                  penengah di antara dua kelompok politik besar yang saling bersaing dan
                  terkurung dalam pertentangan yang tidak terdamaikan saat itu: AD dengan
                  PKI.

                  Juli 1960 misalnya, PKI melancarkan kecaman-kecaman terhadap kabinet
                  dan tentara. Ketika tentara bereaksi, Soekarno segera turun tangan hingga
                  persoalan ini  sementara  selesai. Hal  ini  kemudian malah membuat
                  hubungan Soekarno dengan PKI kian dekat (Crouch, 1999 dan Ricklefs,
                  2010).
                  Bulan Agustus  1960 Masyumi    dan Partai  Sosialis  Indonesia  (PSI) yang
                  merupakan partai pesaing PKI, dibubarkan pemerintah. PKI pun semakin
                  giat  melakukan mobilisasi  massa  untuk meningkatkan pengaruh dan
                  memperbanyak anggota. Partai-partai lain seperti NU dan PNI hingga saat
                  itu praktis telah dilumpuhkan (Feith, 1998).




























                                       Sumber: diolah dari berbagai sumber
                                    Gambar 1.4 Data PKI Menjelang G30S/PKI








              18    Kelas XII SMA/MA
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31