Page 80 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 80

umumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya. Dukungan dari pemerintah
              terhadap gerakan ini  terlihat  dari  pernyataan yang dikeluarkan pemerintah
              pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada
              pengusaha pribumi.  Ternyata kebijakan pemerintah ini  memunculkan reaksi
              negatif yaitu  muncul  golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi
              ini  sampai  menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko
              dan harta  benda  milik masyarakat  Cina  serta  munculnya  perkelahian antara
              masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.
                  Pemerintah, selain melakukan upaya    perbaikan jangka  panjang,  juga
              melakukan upaya perbaikan jangka pendek untuk menguatkan perekonomian
              Indonesia.  Salah satunya adalah  mengurangi jumlah uang yang beredar dan
              mengatasi deisit anggaran. Untuk itu pada tanggal 20 Maret 1950, Menteri
              Keuangan, Syafrudin Prawiranegara, mengambil    kebijakan memotong uang
              dengan memberlakukan nilai setengahnya untuk mata uang yang mempunyai
              nominal  Rp2,50 ke   atas. Kebijakan ini  dikenal  dengan istilah Gunting
              Syafrudin.

















                                  Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka, Deppen, 1975
                                Gambar 2.5 Contoh mata uang yang digunting


                  Upaya   pembangunan ekonomi       nasional  juga  diwujudkan melalui
              Program  Pembangunan Rencana     Lima   Tahun, 1956-1960, yang disiapkan
              oleh Biro Perancang Nasional (BPN) yang dipimpin oleh Djuanda. Program
              ini pertama kali dijalankan pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Program
              Pembangunan Rencana Lima Tahun berbeda dengan RUP yang lebih umum
              sifatnya. Program Rencana Lima Tahun lebih bersifat teknis dan terinci serta
              mencakup prioritas-prioritas proyek yang paling rendah. Tujuan dari Rencana
              Lima   Tahun adalah mendorong munculnya        industri  besar, munculnya
              perusahaan-perusahaan yang melayani     kepentingan  umum   dan jasa  pada
              sektor publik yang hasilnya diharapkan mampu mendorong penanaman modal
              dalam sektor swasta.




              72    Kelas XII SMA/MA
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85