Page 48 - Kelas_11_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 48
Sekitar 170 bahasa yang digunakan di Kepulauan Indonesia
adalah bahasa Austronesia (Melayu-Polinesia). Bahasa itu kemudian
dikelompokkan menjadi dua oleh Sarasin, yaitu Bahasa Aceh dan
bahasa-bahasa di pedalaman Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Kelompok kedua adalah bahasa Batak, Melayu standar, Jawa, dan
Bali. Kelompok bahasa kedua itu mempunyai hubungan dengan
bahasa Malagi di Madagaskar dan Tagalog di Luzon. Persebaran
geografis kedua bahasa itu menunjukkan bahwa penggunanya
adalah pelaut-pelaut pada masa dahulu yang sudah mempunyai
peradaban lebih maju. Di samping bahasa-bahasa itu, juga terdapat
bahasa Halmahera Utara dan Papua yang digunakan di pedalaman
Papua dan bagian utara Pulau Halmahera.
Untuk lebih jelasnya kamu dapat membaca buku Bernard
H.M. Vlekke, Nusantara: Sejarah Indonesia
Dalam bahasan di atas kita telah membahas tentang teori
asal usul nenek moyang Indonesia. Selama ini kita ketahui bahwa
Proto Melayu, Deutero Melayu, dan Melanesoid tidak menunjukkan
hubungan geneologis, bahkan ada yang berpendapat keberadaan
mereka ada karena pergantian populasi. Namun berdasarkan
penelitian baru yang melibatkan ahli arkeologi, genetika, dan
bahasa, ternyata asal-usul nenek moyang Indonesia berasal dari
persamaan budaya, bahasa, dan dua atau lebih populasi keturunan
sehingga menghasilkan teori baru yaitu Teori Out of Africa dan
Out of Taiwan.
5. Teori Out of Africa dan Out of Taiwan
Dalam tinjauan akademis yang komprehensif tentang asal-
usul nenek moyang Indonesia, maka terlihatlah bahwa betapa
eratnya keterkaitan dinamika sejarah Melanesia dengan bumi
Nusantara. Mungkin kita akan bertanya, siapakah yang dimaksud
40 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Edisi Revisi Semester 1

