Page 178 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 178
sejumlah air yang sudah disediakan sebelumnya, untuk dipercikkan ke atas
tumpukan jerami.
12. Pembuatan dengan cara kering, urea tidak perlu dilarutkan dengan air. Urea
langsung ditaburkan di atas tumpukan jerami.
13. Jerami yang sudah siap, dicacah dengan sabit, golok atau mesin chopper.
14. Untuk menghemat biaya bisa juga jerami amoniasi dibuat dalam keadaan utuh
(tidak perlu dicacah).
15. Hamparkan jerami lapis demi lapis pada bak yang sudah disiapkan, kemudian
dipadatkan dengan cara diinjak – injak secara bertahap. Setiap lapis jerami
diperciki larutan urea atau ditaburi urea secara merata.
16. Setelah semua jerami sudah dimasukkan ke dalam bak dan larutan urea sudah
dipercikkan (urea sudah ditaburkan) semua, tumpukan jerami ditutup dengan
terpal plastik sampai rapat.
17. Usahakan tumpukan jerami mendekati keadaan an aerob. Jika perlu tumpukan
jerami ditindih dengan pemberat seperti batu ataupun balok kayu yang besar.
18. Jika pembuatan dilakukan menggunakan karung plastik, lakukan pencampuran
antara jerami dengan urea secara merata kemudian dimasukkan ke dalam
plastic, dipadatkan dan diikat dengan kuat.
19. Biarkan tumpukan jerami dalam keadaan tertutup selama 1-3 minggu atau
lebih.
20. Bersihkan lingkungan, peralatan dan bahan yang telah anda gunakan.
21. Tempatkan kembali peralatan dan sisa bahan pada tempat semula.
22. Lakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi selama proses
amoniasi.
23. Setelah selama 3 minggu tumpukan jerami dibuka dan amoniasi jerami sudah
jadi.
24. Jerami amoniasi dibongkar dan diangin – anginkan dan siap diberikan kepada
ternak atau disimpan.
25. Lakukan identifikasi terhadap hasil pembuatan jerami amoniasi dengan cara
166

